Menggali Visual Masa Depan Dari Komunitas Indigo

INDONESIASATU.CO.ID:

Kediri. Salah satu komunitas yang unik menarik, menjadi perhatian Babinsa Banjaran, Serda Abu Nur Arifin. Komunitas yang satu ini memang unik, lantaran ada sisi yang sulit dimengerti secara akal sehat, dan menarik, dikarenakan ada sisi lain yang mungkin terasa agak aneh. Serda Abu mencoba menggali lebih dalam komunitas ini lewat “Mlaku-Mlaku Babinsa” bersama Dodot, salah satu bagian dari komunitas yang eksis di Kediri. senin (21/1/2019)

Bincang santai dilakukan dini hari tadi di teras rumah Dodot yang tinggal di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Dodot sendiri sehari-hari berprofesi sebagai seniman. Lukisan-lukisannya mayoritas berbau etnic, tetapi bukan berarti jenis lukisan lainnya ia tidak mampu, dan ini bisa dibuktikan lewat lukisan mural hasil kreasinya di rumah-rumah sekitarnya.

Ada salah satu lukisan yang sangat menarik perhatian Serda Abu, ini disebabkan gambar tergores kuas di selembar kanvas, sangat akrab dan hampir sebagaian warga Kediri pasti tahu siapa sosok dibalik lukisan tersebut. Disamping lukisan tersebut, ada lukisan yang identik dengan hubungan spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta.

Lukisan-lukisan tersebut terpampang di tembok-tembok rumah Dodot, dan siapa saja yang bertamu, sudah pasti akan melihat seni yang tidak sekedar membutuhkan skill saja, tetapi bagaimana ia menarik perhatian orang lain untuk memahami arti lukisan yang digambarkannya.

Saat bincang santai, dikatakan Dodot, apapun musibah yang terjadi, sebenarnya tidak bisa dikatakan ada sangkut pautnya dengan manusia. Kehidupan alam, menurutnya, berbeda dengan kehidupan manusia, dan antara kehidupan alam itu tersendiri terpisah dengan manusia, walaupun keduanya sama-sama berada dalam satu tatanan. Walaupun terpisah, sebenarnya manusia mampu menaklukan alam, tetapi sebaliknya alampun bisa mengganggu kehidupan manusia.

Penjelasan paling mudah dimengerti, apabila manusia merusak hutan dengan cara menebang pohon secara membabi buta tanpa perhitungan dampak negatif yang ditimbulkannya, secara otomatis, tanah sebagai tempat tinggal pohon-pohon tersebut menancap, akan berulah, dan kemungkinan akan menyebabkan tanah longsor.

Keberadaan dimensi lain, Dodot meyakininya memang ada dan bisa dibuktikan. Pembuktian tidak serta merta instant, tetapi bertahap, bahkan sulit dipahami terlebih dahulu, sebelum kejadian terjadi. Bentuk visualisasi, tidak bisa dibuktikan, tetapi bisa disampaikan, yaitu lewat orang yang melihat gambaran tersebut.

Dodot mengingatkan, tidak semua orang mengatakan kebenaran, bisa jadi malah membengkokkan kebenaran. Visualisasi-visualisasi tersebut, sudah umum tidak mungkin diceritakan kepada orang lain, terlebih hal itu berstatus gambaran masa depan. Kalaupun toh ada yang menceritakannya, bisa jadi benar adanya, bisa jadi pembengkokkan kebenaran.

Selain bincang santai yang membahas hal-hal diluar nalar, Dodot menawarkan kerjasama dengan Serda Abu, terkait adanya niat untuk membuka taman baca, dan taman baca ini kedepannya bisa digabungkan dengan Gibol Babinsa yang diprakarsai Serda Abu. (aang)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita