Tidak Transparan Masalah ADD, Kantor Desa Baraya Jeneponto Diseruduk Puluhan Massa

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Puluhan massa, yang mengatasnamakan Forum Pemuda Peduli (FPD) Desa Baraya menyeruduk kantor Desa Barayya, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Kamis (13/6/2019).

Ketua FPD Desa Baraya, M. Gasali mengatakan kehadirannya di kantor Desa Baraya atas ketidak adilan para aparat pemerintah Desa Baraya terhadap masyarakat.

"Kami nilai, mereka seakan - akan melakukan diskriminasi kepada masyarakatnya karena ada pembagian pompa cas sebanyak 200 unit dari Anggaran Dana Desa Rp.200 juta. Namun yang dikasih hanya golongan tertentu saja dan pengikutnya,"ucap dia.

Selain itu katanya, bantuan tersebut kebanyakan dapat orang - orang yang layak, bahkan ada yang dapat ganda. Sementara banyak warga yang layak namun tidak dapat pompa cas.

"Lucunya lagi, ada masyarakat yang tidak memiliki kebun juga dikasih pompa cas. Inikan terjadi penyelewengan," katanya.

Parahnya, kata Gasali, Pompa Cas itu dalam satu unit ditaksir Rp.1 juta oleh pemerintah Desa Baraya. Namun setelah dikroscek di sosial media (Google) ternyata hanya Rp.600-san dengan nama barang yang sama. Ini salah satu tanda tanya besar yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat.

"Berarti ada sisa anggaran kurang lebih Rp.80 juta. Karena bantuan Pompa Cas itu sebanyak 200 unit, namun diksir oleh pemerintah desa-nya Rp.1 juta saja. Saat dikroscek di sosial media harganya cuma 600-san," sebutnya.

Olehnya itu Gasali mempertanyakan, dengan dasar apa pemerintah Desa Baraya melakukan pembagian bantuan program pemberdayaan masyarakat sehingga pihaknya masih banyak menampung aspirasi dan keluhan dari masyarakat.

Pihaknya menuntut kapada pemerintah Desa Baraya untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap masyarakat. Menuntut pemerintah desa Baraya untuk tidak menjadikan ADD dan DD sebagai alat politik/kampaye.

Selain itu ia juga menuntut, kepada pemerintah Desa Baraya meminta daftar nama-nama penerima program pemberdayaan desa dan mendesak segera memasang baliho APBdes 2019 sesuai aturan.


Editor : Samsir
  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita