Tuntut Transparansi ADD, Kades Baraya Jeneponto Bungkam, Gasali: Saya Sangat Sayangkan

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Kepala Desa Baraya, Muh Basri enggan memberikan komentar saat awak media minta konfirmasi terkait penyaluran bantuan Pompa Cas yang dibagikan kepada warganya.

Sebelumnya kantor Desa Baraya, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diseruduk puluhan massa untuk mempertanyakan adanya ketidak adilan masyarakat yang dilakukan oleh aparat pemerintahan Desa Baraya, Kamis (13/2019).

Pada kesempatan itu dihadiri oleh Kapala Desa Baraya, Muh. Basri, aparat kepolisian jajaran Polres Jeneponto serta puluhan masyarakat.

Ketua FPD Desa Baraya, Muh. Gasali selaku yang mewakili aspirasi masyarakat  mengatakan, pemerintah Desa Baraya diduga tidak transparansi adanya pembagian pompa cas sebanyak 200 unit yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Rp.200 juta.

Menurut Gasali ada diskriminasi yang dilakukannya oleh pemerintah Desa Baraya karena bantuan yang mereka salurkan kepada masyarakat tidak tepat sasaran. 

"Kebanyakan yang mereka kasih bantuan pompa cas adalah orang - orangnya dan sudah layak. Sementara banyak warga yang layak namun tidak dikasih bantuan pompa cas.

"Lucunya lagi, ada masyarakat yang tidak memiliki kebun justru dikasih pompa cas. Bahkan ada juga warga yang dobol (dapat dua). Ini kan terjadi bentuk penyelewengan," katanya.

Gasali menjelaskan harga Pompa Cas itu dalam satu unit ditaksir Rp.1 juta oleh pemerintah Desa Baraya. Namun setelah dikroscek di sosial media (Google) ternyata hanya Rp.600-san dengan nama barang yang sama, (tanda tanya besar)

"Berarti ada sisa anggaran kurang lebih Rp.80 juta, dari 200 unit pompa cas karena saat dikroscek di sosial media ternyata harga cuma 600-san," sebutnya.

Olenya itu, Forum Pemuda Peduli Desa Baraya, menuntut kapada pemerintah Desa Baraya untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap masyarakat dan menuntut agar ada transparansi publik tentang penggunaan ADD dan DD.

Gasali menambahkan pihaknya juga sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Baraya, Muh Basri bungkam memberikan komentar kepada awak media.

"Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah Desa Baraya kebenaran yang dialamatkan kepadanya, namun seolah -olah kapala desa enggan berkomentar kepada media," jelasnya Gasali.

Salah satu rekan media, Nasir Tinggi minta tanggapan kepada kepala Desa Baraya terkait hasil rapat dari pembawa apirasi tersebut. Namun tidak mendapat respon.

"Harusnya Pak Desa jangan alergi dengan media. Menurut Nasir, demi berimbangnya suatu berita harus ada konfirmasi dari pihaknya, supaya tidak melahirkan multi tafsir dimata publik," kesal Nasir Tinggi.

 


Editor : Samsir
  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita