Nasional

Polisi mulai Uji Coba Sim C I Bulan Depan, Motor Listrik masih di hitung

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sudah mulai melakukan pengadaan motor gede (moge) untuk ujian SIM C I. Nantinya, pengguna motor 250 cc ke atas harus mengantongi SIM C I atau C II.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan, penggolongan SIM C ini sesuai dengan Peraturan Polri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM C untuk motor 250 cc ke bawah, SIM C I untuk motor 250-500 cc, dan SIM C II untuk motor 500 cc ke atas.

“Saya sudah menghitung untuk bagaimana kalau untuk kendaraan listrik. Seperti apa yang bisa untuk C I maupun C II untuk yang listrik, karena nanti beda di kWh-nya,” ujar Yusri.

Menurut Yusri, uji coba penerbitan SIM C I untuk motor 250-500 cc akan dilakukan di Satpas SIM Prototype. Uji coba pertama kali akan dilakukan di Cirebon.

“Bulan ini kami sedang merancang untuk uji coba di Satpas Polres Cirebon. Kenapa di sana? Karena di sana sudah prototype. Termasuk lengkap,” ucap Yusri.

“Kami kemarin pengadaan, dapat 132 motor untuk uji praktik SIM C I. Didistribusikan ke seluruh polda di Indonesia. Saya prioritaskan yang memang ada Satpas Prototype, atau Satpas yang jadi pilot project, proyek percontohan. Karena di situ lengkap semuanya, peralatannya lengkap untuk uji praktik, uji teori,” katanya.

Menurutnya, untuk melaksanakan uji coba penerbitan SIM C I ini harus diintegrasikan dulu dengan teknologi yang ada. Diharapkan bulan depan sudah bisa dimulai uji coba penerbitan SIM C I.

“Yang lain bagaimana? Kita tunggu nanti dari Cirebon dulu sebagai uji coba. Kalau Cirebon nanti sudah selesai, berhasil semuanya, maka di satpas-satpas prototype semuanya akan kita laksanakan secara massal,” sebut Yusri.

Dari 132 unit moge yang disiapkan untuk ujian SIM C I, rata-rata per polda mendapatkan 2-3 unit. Polda Metro Jaya disebut mendapatkan unit paling banyak.

“132 unit itu saya distribusikan ke seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Rata-rata ada yang dapat dua, ada yang dapat tiga. Polda Metro paling banyak, karena memang paling besar, ada 10 unit di Polda Metro. Jawa Tengah ada sekitar 8 atau 9, Jawa Barat juga sama. Yang lain ada dua atau tiga, tergantung tipe poldanya yang besar,” ucap Yusri. (wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *