Baliho Salah Satu Capres Diturunkan, Dandim 1013/MTW : Agar Menjaga Netralitas TNI

Muara Teweh – Sebuah video di media sosial, viral, terkait penurunan baliho dari salah satu capres di depan kodim 1013 muara teweh, barito utara, Kalimantan Tengah. Dalam video durasi 30 detik itu menuding oknum anggota TNI memerintahkan untuk penurunan sepihak spanduk salah satu capres tersebut. Anggota TNI yang dimaksud adalah Dandim 1013/MTW.

Video yang pertama kali disebar oleh akun chusnul chotimah itu, ramai di media sosial lainnya ini banyak di komentari netizen. Narasi yang terdapat dalam video tersebut membuat banyak komentar negatif berseliweran.

Terkait tudingan ini Dandim 1013/MTW letkol Edi Purwoko mengatakan, menghadapi kontentasi politik seluruh jajaran di bawah kodim 1013/MTW berkomintmen siap mendukung dan mengamankan pesta demokrasi pemilu 2024.

Perintah dari pimpinan tertinggi TNI kepada seluruh prajurit cukup jelas dan tegas agar seluruh prajurit menjaga netralitas TNI.

Netralitas TNI meliputi sikap yang dilakukan tanpa berpihak maupun anti dengan capres dan partai tertentu. Prajurit TNI dilarang keras menggunakan fasilitas TNI untuk mendukung kegiatan atau kepentingan partai politik,” tegas Dandim 1013/MTW , minggu 16/7/23.

Dirinya pun menjelaskan bahwa baliho yang diturunkan berdiri dilahan Kodim 1013/MTW. “Baliho salah satu capres yang berada di lahan kodim 1013/MTW, guna menghindari adanya Pertanyaan yang meragukan netralitas TNI , maka Kodim 1013/MTW berkoordinasi dengan Satpol PP serta panwas untuk mencopot baliho tersebut,” ungkapnya.

Hal tersebut sejalan dengan perintah panglima TNI kepada seluruh jajaran supaya bersikap netral, kodim 1013/MTW, mendukung penuh dan terus menjalankan perintah tersebut secara konsisten.

Sikap netral Kodim 1013/MTW merupakan penjabaran perintah pasal 39 UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, tidak dibenarkan pemasangan baliho di instansi asset milik TNI, demi menjaga keamanan menuju kontestasi pemilu 2024. “TNI menjaga dan melindungi negara dan jangan sampai rakyat menjadi korban itu pentingnya netralitas TNI.” tegasnya.

Dandim 1013/MTW mengingatkan kembali sekaligus menyegarkan kesadaran para personilnya , karena ada indikasi eskalasi politik terus meningkat menjelang pengumuman capres n cawapres pada oktober mendatang.

Ditempat terpisah ,petugas panwas kecamatan Nasution mengatakan terkait kasus ini panwas kecamatan diminta membuat laporan tembusan ke bawaslu pusat kabupaten, Provinsi dan Bawaslu pusat.

Dirinya juga menyaksikan saat penurunan baliho tersebut ,” kabar di media yang sudah berkembang mengatakan kalo pihak panwaslu di tekan, itu tidak benar ,” tegas Nasution.

Di tempat lain, Yudi Timbojaya, yang bertanggung jawab atas pemasangan baliho memohon maaf, atas kejadian di lahan TNI tersebut dan agar tidak dijadikan persepsi bahwa TNI tidak netral. (wartakalteng)