Opini Publik

Di Tunggangi Oknum Dalam Kontroversi Rumah Tangga di Palangka Raya, Dibalik Viral Nya, Politik dan Kode Etik Advokat Terlibat

Palangka Raya – Seorang pelapor menanggapi laporan terhadap dirinya dengan rencana menghadapi langkah hukum, didampingi oleh rekan-rekan sejawat dari berbagai organisasi. Pelapor menyayangkan tindakan oknum yang membuat masalah rumah tangganya semakin panas melalui viralkan terus-menerus.

“Seharusnya Kuasa Hukum Pelapor yg merupakan Ketua DPC PPKHI Palangka Raya dapat mengambil sikap bijak dalam permasalahan anggotanya, bukan ikut ikutan untuk memanasi di media dan mencari panggung” ujar terlapor dalam pernyataannya ketika di hubungi tim warta kalteng, Jumat 9/2/24.

Terlapor menyoroti kurangnya pendekatan mediasi dari pihak pelapoe yang notabene sesama anggota organisasi advokat PPKHI. “Seharusnya, sesuai kode etik advokat, mediasi diutamakan untuk mencapai perdamaian,” tambahnya.

Sementara itu, pelapor juga sedang menyelidiki kemungkinan muatan politik dalam konflik ini, mengingat dekatnya Pemilihan Ketua DPD PPKHI Kalteng. “Ada indikasi bahwa permasalahan rumah tangga ini terlapor ini terkait dengan agenda politik, terutama dengan pencalonan salah satu kuasa hukum terlapor sebagai calon ketua DPD PPKHI Kalteng. ujarnya.

Dalam menggambarkan pertemuan terakhir dengan pihak pelapor menyatakan, “Bahkan sabtu malam lalu kami bertemu dan saya bermain sama anak saya.”

Ketua DPC PPKHI Palangka Raya memberikan tanggapannya, “Kami menganggap permasalahan ini serius dan akan menjalani proses hukum dengan bijak.”pungkasnya.

Sementara itu, PPKHI menekankan pentingnya menjaga kode etik dan mengutamakan mediasi sebagai rumah advokat bagi seluruh anggotanya. (wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *