KaltengPalangka RayaPemprov Kalteng

Sendratari “Gumi Halaman Sangarasi Putri Mayang Sari” Hipnotis Penonton

Palangka Raya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah menggelar sebuah pertunjukan sendratari bertajuk “Gumi Halaman Sangarasi Putri Mayang Sari” di Panggung Terbuka Taman Budaya, Jalan Temanggung Tilung XIII, Kota Palangka Raya, Kamis (25/4/24).

Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Tari Sedunia, yang jatuh pada tanggal 29 April setiap tahunnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Kalteng, Yuas Elko mengatakan bahwa pagelaran ini bertujuan untuk melestarikan dan mencintai seni budaya khas Kalimantan Tengah.

“Pagelaran sendratari ini adalah untuk menyambut hari tari sedunia,” ucapnya.

Lanjutnya, dengan kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas para pengelola sanggara tari, di Kalteng sehingga mampu menarik wisatawan baik lokal, nasional maupun mancanegara.

Sebagai informasi, pertunjukan sendratari ini dipimpin oleh Jaro Lelutuah sebagai pimpinan produksi dan Rendi Saputra sebagai sutradara.

Mereka mengangkat kisah Putri Mayang Sari, yang juga dikenal sebagai Poetri Maija, seorang pemimpin Dayak Maanyan yang mewarisi kepemimpinan Uria Lan’na. Putri Mayang Sari berasal dari Sangarwasi, yang sekarang berada di Desa Jaar, Kabupaten Barito TimurTimur (Bartim).

Sendratari ini mengisahkan perjalanan Putri Mayang Sari, putri dari Raja Banjar Islam pertama, Sultan Suriansyah, yang berasal dari istri keduanya, Norhayati, seorang keturunan Dayak dan cucu dari Labai Lamiah, tokoh Islam Dayak Maanyan. Kisah ini menggambarkan bagaimana seorang wanita dapat menjadi pemimpin yang membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Pertunjukan ini berlangsung dengan meriah dan disambut antusias oleh masyarakat Kota Palangka Raya. Elemen tari yang dipadukan dengan narasi sejarah memberikan gambaran yang mendalam tentang kehidupan dan perjuangan Putri Mayang Sari.

Penonton disuguhi tarian yang indah dan ekspresi yang penuh makna, yang mengingatkan kita akan nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan keteguhan hati.

Kehadiran sendratari “Gumi Halaman Sangarasi Putri Mayang Sari” ini menjadi momentum penting dalam melestarikan budaya dan sejarah Dayak Maanyan, sekaligus mempromosikan peran perempuan dalam memimpin dan membawa perubahan positif bagi komunitas.

Dengan acara ini, Taman Budaya Kalimantan Tengah berhasil memberikan kontribusi yang berarti dalam menghidupkan kembali tradisi dan memperkuat ikatan budaya di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. (wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *