KaltengKotawaringin Barat

Hari Hipertensi Sedunia, RSSI Pangkalan Bun Berikan Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Hipertensi

Kotawaringin Barat – Dalam memperingati hari Hipertensi Sedunia, Direktur RSSI Pangkalan Bun, Fachruddin menyampaikan, dalam kegiatan yang melalui tema “Ukur Tekanan Darah Anda Secara Akurat, Kendalikan, Hidup Lebih Lama”, ini berarti kita harus selalu mengutamakan pola hidup sehat, dengan berolahraga teratur, makan-makanan yang bergizi seimbang dan selalu rutin dalam mengecek kesehatan.

Dalam peringati hari Hipertensi Sedunia yang mana guna memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengendalikan hipertensi, pada kesempatan itu RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun memberikan penyuluhan dan edukasi kepada para pasien dan pengunjung di Poliklinik Rawat Jalan. Kemarin

Hari Hipertensi Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Mei setiap tahunnya. Hari Hipertensi Sedunia yang mana dalam peringatannya merupakan sebagai salah satu bentuk upaya promosi dan edukasi pencegahan hipertensi bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Untung Surapati selaku pemateri menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih besar atau sama dengan 90 mmHg.

“ Hipertensi sering disebut pula The Silent Killer, karena sebagian besar kasus hipertensi memang tidak bergejala. Namun, jika dibiarkan dan tidak segera dikendalikan maka lama-kelamaan dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi,” Ucapnya Minggu 19/5/24.

” Di antaranya stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, gangguan saraf dan penyakit pembuluh darah tepi,” tambah Untung

Lanjutnya lagi, Hipertensi merupakan penyakit kronis, atau penyakit menahun, yang mana pada umumnya tidak bisa sembuh total. Namun demikian, hipertensi dapat dikendalikan supaya tidak terjadi komplikasi.

“ Agar Hipertensi tetap terkendali disarankan untuk minum obat teratur, olahraga dan penerapan pola hidup yang sehat sesuai anjuran dokter, dan apabila tekanan darah sudah turun, obat antihipertensi harus tetap diminum seumur hidup.” Jelasnya.(wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *