KaltengKotawaringin Timur

Kejati Kalteng Geledah Kantor KONI Kotim terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah APBD 2021-2023

Palangka Raya – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah menggeledah Kantor KONI, Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dan menemukan alat bukti tambahan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam penyimpangan dan penyalahgunaan Dana Hibah kepada KONI Kotim yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021-2023.

Kasi Penkum Kejati Kalteng, Dodik Mahendra, menyatakan bahwa tim penyidik menyita tiga kontainer dokumen, satu laptop gaming merk Asus, dan satu komputer merk Asus dari ketiga kantor tersebut. “Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap 1 laptop gaming merk Asus dan 1 komputer merk Asus,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/5/24).

Dodik menjelaskan bahwa dugaan korupsi tersebut bermula dari penerimaan Dana Hibah oleh KONI Kotim pada tahun 2021 sebesar Rp3,264 miliar, tahun 2022 sebesar Rp8,748 miliar, dan tahun 2023 sebesar Rp18,228 miliar. Total keseluruhan Dana Hibah yang diterima dan dikelola KONI Kotim adalah Rp30,241 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan KONI Kotim, pengembangan dan pembinaan atlet, serta pembiayaan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah XII 2023 di Sampit.

“Diduga Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan dalam penyaluran Dana Hibah yang diterima dari APBD Kabupaten Kotim, di antaranya dengan menyalurkan kepada pihak lain yang tidak berhak, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara,” tambah Dodik.

“Saat ini tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah masih mendalami lebih lanjut alat bukti yang didapatkan dan melakukan koordinasi dengan auditor dalam proses penghitungan kerugian negara,” pungkasnya. (wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *