KaltengOpini PublikPalangka Raya

Penyalahgunaan Dana BOS di Kalteng, Temuan Inspektorat Ungkap Pelanggaran Besar di SMA Negeri

Palangka Raya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI baru-baru ini merilis laporan mengenai tingginya penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Inspektorat Kalteng mengonfirmasi temuan ini melalui hasil uji petik yang menunjukkan banyak sekolah melanggar petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana BOS.

Kepala Inspektorat Kalteng, Saring, mengungkapkan salah satu contoh pelanggaran ditemukan di SMAN 1 Palangka Raya, di mana perencanaan anggaran tidak sesuai dengan juknis dana BOS. Temuan mencakup ketidaksesuaian dalam pembentukan tim manajemen BOS dan identifikasi risiko pengelolaan keuangan yang belum memadai.

Selain itu, pembayaran honorarium ekstrakurikuler dan semua belanja lainnya di SMAN 1 Palangka Raya tidak sesuai dengan juknis pengelolaan dana BOS. Inspektorat merekomendasikan agar perencanaan anggaran tersebut tidak direalisasikan untuk menghindari penyalahgunaan lebih lanjut.

Saring menekankan pentingnya sekolah mematuhi juklak dan juknis yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam perencanaan anggaran yang menggunakan dana BOS. “Penyalahgunaan anggaran ini berkaitan dengan kesalahan penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukan, seperti pembayaran honor ekstrakurikuler yang tidak seharusnya digunakan,” jelasnya.

Selain masalah honorarium, terdapat juga kesalahan dalam pembayaran pajak yang belum dilakukan, yang juga dianggap sebagai penyalahgunaan anggaran. Dari total 23 sekolah yang diperiksa selama tahun 2023, salah satu temuan terbesar penyalahgunaan dana BOS terjadi di SMA Negeri 1 Sukamara dengan nilai Rp21 juta.

“Kesalahan yang ditemukan sama, seperti belum membayar pajak dan menggunakan dana BOS untuk pembayaran honor ekstrakurikuler,” imbuh Saring. Dari total penyalahgunaan Rp33 juta di 23 sekolah, baru Rp7 juta yang dikembalikan, sementara Rp26 juta sisanya belum dikembalikan.

Inspektorat berharap Satuan Pengawas Internal (SPI) di Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng lebih proaktif dalam mengawasi penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah. Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian serius agar pengelolaan dana BOS tetap sesuai dengan aturan yang berlaku dari perencanaan hingga penggunaannya.(wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *