KaltengKapuasOpini Publik

PT Graha Inti Jaya Dituding Sebarkan Opini Liar, Kacaukan Hubungan Petani Plasma KSU Handep Hapakat

Kapuas – Dalam sepekan terakhir, PT Graha Inti Jaya (PT.GIJ), perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit, diduga berupaya mengiring opini sesat kepada masyarakat, khususnya anggota petani plasma Koperasi Serba Usaha Handep Hapakat (KSU HH). Dugaan ini muncul setelah beberapa tayangan di media online menampilkan opini dari salah satu pengurus yang kepengurusannya dan status lahannya dalam KSU Handep Hapakat masih dipertanyakan.

“Berdasarkan pemberitaan di salah satu media online, Yanir, ketua kelompok tani Karya Bersama ini, dalam setiap pertemuan koperasi selalu tidak hadir,” ujar Muliadi, Badan Pengawas KSU Handep Hapakat, mempertanyakan keabsahan opini yang diutarakan oleh Yanir.

Muliadi menegaskan bahwa sudah jelas, berdasarkan akta integritas yang ditandatangani kedua belah pihak dan telah di-notaris-kan secara hukum, PT Graha Inti Jaya dan KSU Handep Hapakat terikat dalam MoU pembangunan kebun kelapa sawit pola kemitraan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Nota kesepahaman tersebut diaktakan pada 12 September 2023 oleh Notaris Saddam Syahbani Nasotion, SH., M.Kn di Kapuas.

Kerjasama ini mencakup pembiayaan sesuai perjanjian kredit No 77 sejak 18 April 2012 hingga 24 April 2024 untuk lahan sawit seluas 883 hektar. “Dalam akta Notaris Kredit tersebut, PT Graha Inti Jaya harus mengembalikan SHM yang dijaminkan di Bank CIMB Niaga Tbk kepada KSU Handep Hapakat pada 24 April 2024,” jelas Muliadi.

Ia memperingatkan PT GIJ untuk tidak menyebarkan opini liar yang bisa merusak hubungan antar petani plasma KSU Handep Hapakat. Muliadi mencurigai bahwa tindakan ini bertujuan untuk mengacaukan kewajiban PT GIJ dalam mengembalikan hak para petani plasma berupa SHM.

“Apalagi dengan membuat isu-isu yang dianggap kami tidak benar, seperti tuduhan bahwa KSU memiliki hutang talangan hingga 80 miliar lebih kepada PT GIJ,” Pungkasnya.(wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *