KaltengOpini PublikPalangka Raya

Perampasan Motor, Dugaan Pelanggaran oleh Debt Collector PT FIF

Palangka Raya – Insiden perampasan unit sepeda motor milik nasabah PT Federal Internasional Finance (PT FIF) Group kembali terjadi. Kejadian ini melibatkan pihak ketiga (Debt Collector) yang diduga merupakan Tim Mata Elang, terhadap satu unit sepeda motor Honda Genio hitam dengan nomor polisi KH 5807 HK.

Peristiwa ini menimpa motor atas nama Debitur Hilal B. Juni, warga Desa Tumbang Miri, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Motor tersebut sedang digunakan oleh keponakannya, Gilbert, untuk mengantar anaknya ke sekolah pada Senin, 10 Juni 2024.

Saat melintas di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya, Gilbert dihentikan oleh beberapa orang yang tidak dikenal. “Orang-orang yang tidak dikenal tersebut kami duga adalah pihak terlapor yang saat ini dilaporkan ke pihak aparat kepolisian,” ujar Ajung TH L. Suan, SH, kuasa hukum pelapor.

Berdasarkan laporan dari Kantor Hukum Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum Ajung TH L. Suan, SH & Partners, pihak ketiga merampas motor dengan alasan pelapor menunggak pembayaran. Mereka juga memaksa Gilbert menandatangani surat tanda serah terima barang jaminan.

Pelapor mengakui adanya kontrak hutang piutang dengan PT FIF namun hanya tersisa satu bulan angsuran kredit senilai Rp 1.146.000. “Pihak terlapor seharusnya bisa lebih bijaksana, apalagi motor tersebut bukan dibawa oleh pelapor dan sisa angsuran tinggal satu bulan lagi,” tambah Ajung.

Ajung TH L. Suan, SH menilai tindakan tersebut melanggar UU Pidana Perampasan. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepolisian Polda Kalteng segera menindaklanjuti laporan dan mengamankan barang bukti. “Kami khawatir barang bukti dihilangkan,” tegasnya.

Di pihak lain, Desmon, Kepala Bagian Penarikan Unit dan Barang Sitaan PT FIF Palangka Raya, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan prosedur sesuai Standar Operasional Pelaksanaan (SOP). “Yang melakukan penarikan adalah pihak ketiga. Kami hanya menerima barang yang diserahkan,” kata Desmon melalui telepon.

Desmon juga mempersilakan pihak debitur yang tidak terima untuk melaporkan ke pihak kepolisian.(wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *