KaltengOpini PublikPalangka RayaPolda Kalteng

Oknum Dosen Bantah Tuduhan Asusila, Akan Diselesaikan Melalui Hukum Adat

Palangka Raya – Kasus dugaan asusila yang melibatkan seorang dosen di Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, berinisial FH, mendapatkan klarifikasi dari pihak terlapor. Melalui kuasa hukumnya, Adv. Jeffriko Seran, SH, FH membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap menyelesaikan masalah melalui hukum adat Dayak.

Dalam pertemuan yang dimediasi oleh Dekan FKIP UPR dan dihadiri oleh FH, disepakati bahwa masalah ini akan diselesaikan secara adat. “Kami menghormati hukum adat Dayak dan akan menyelesaikan dugaan ini sesuai prosedur yang ada,” ujar Jeffriko Seran pada Rabu malam (26/6/24).

Jeffriko juga menjelaskan bahwa FH tidak melarikan diri saat pihak Kemantiran Adat Kelurahan Menteng mendatangi kediamannya. “Ada miskomunikasi, FH tidak melarikan diri, hanya mundur karena takut,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa tuduhan FH mencoba menabrak mantir adat Dayak sudah tidak menjadi persoalan lagi.

Dandan Ardi, mantir adat Kelurahan Menteng, mengkonfirmasi pertemuan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan proses hukum adat untuk mencari keadilan. “Proses hukum adat harus dilaksanakan,” tegasnya.

Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan sidang adat dalam minggu ini, menunggu kesiapan dari pihak terlapor. Jeffriko berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan damai dan kekeluargaan melalui hukum adat Dayak.(wartakalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *