Gunung MasKaltengOpini PublikPemprov Kalteng

Kemacetan Total di Ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya

Palangka Raya – Arus lalu lintas yang menghubungkan Kuala Kurun dengan Palangka Raya, khususnya di ruas jalan Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang, mengalami kemacetan total pada Sabtu (29/6/24).

Puluhan kendaraan tak bisa melintas akibat parahnya kondisi jalan dan sebuah truk angkutan milik perusahaan besar swasta (PBS) yang rusak di tengah jalan. Hal ini membuat jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dari arah Palangka Raya menuju Kuala Kurun maupun sebaliknya.

Selain kondisi jalan yang buruk, tingginya intensitas angkutan PBS yang melalui jalan ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan dan kemacetan di ruas tersebut. Akibat kejadian ini, masyarakat pengguna jalan merasa resah karena akses utama mereka terganggu.

“Macet total, hanya motor yang bisa lewat, antrean panjang dari kedua belah sisi. Mohon segera dibantu dari instansi terkait,” ujar salah seorang pengendara yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kemacetan akhirnya bisa diurai oleh pihak kepolisian lalu lintas setempat sehingga jalan sudah dapat dilalui kembali. Meski demikian, para pengendara tetap diminta berhati-hati agar aman selama berkendara, terutama saat melewati ruas jalan yang rusak.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Untung Jaya Bangas, menyayangkan kejadian yang selalu berulang di ruas jalan penghubung Kuala Kurun-Palangka Raya ini. Ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat rusak parah sejak tahun 2019, ketika PBS mulai menggunakan jalan umum untuk mengangkut hasil produksinya.

“Tipe jalan ini adalah tipe C yang digunakan untuk masyarakat umum dengan maksimal berat 8 ton. Namun, hal ini seakan dilanggar. Kenapa ini dibiarkan? Yang membuat masyarakat menderita, ruas jalan umum ini bukan jalan khusus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seringnya angkutan PBS melintasi ruas jalan tersebut menyebabkan bukan hanya jalan, tetapi juga jembatan menjadi rusak karena muatan angkutan PBS yang sering melebihi 15 ton. Hal ini sangat membahayakan pengguna jalan.

“Kami tidak menutup investasi di daerah kami, tapi tolong ikutilah aturan yang berlaku. Kami juga sudah melakukan berbagai usaha, hingga turun ke jalan, namun hingga saat ini belum ada hasil yang dilaksanakan,” pungkasnya.(wk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *