Ekonomi dan BisnisKaltengNasionalOpini PublikPalangka Raya

Sepinya Pasar Besar Palangka Raya, Pedagang Mengeluh, Ekonom UPR Beri Solusi

Palangka Raya – Sepinya konsumen yang berbelanja di Pasar Besar Palangka Raya selama seminggu terakhir menyebabkan keluhan dari sejumlah pedagang akibat turunnya pendapatan. Fenomena ini juga berdampak pada juru parkir yang pendapatannya ikut berkurang.

Fenomena ini mendapat sorotan dari Fitria Husnatarina, Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR). Menurutnya, sepinya pembeli di Pasar Besar Palangka Raya bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

“Kita melihat pola pembelian dari masyarakat yang sekarang lebih cenderung menggunakan platform-platform belanja online yang memudahkan mereka, sehingga tidak perlu berbelanja secara fisik. Ini bisa menjadi salah satu penyebab sepinya pembeli di Pasar Besar,” ungkapnya, Rabu (3/7/24).

Fitria menjelaskan, kemudahan berbelanja secara online membuat masyarakat lebih memilih untuk memesan kebutuhan rumah tangga secara daring, sehingga mengurangi kunjungan ke pasar. Selain itu, hadirnya toko-toko ritel seperti Alfamart dan Indomaret yang menyediakan bahan-bahan pokok dalam lingkungan yang bersih, sejuk, dan ber-AC juga turut menggeser pola belanja masyarakat.

“Pola-pola fresh market yang berbentuk ritel ini menawarkan bahan-bahan pokok yang masih segar dan buka sampai malam, sehingga lebih menarik bagi konsumen dibandingkan pasar tradisional,” tambahnya.

Fitria juga menyoroti maraknya toko-toko kecil dan tukang sayur keliling yang menjual sayur-sayuran segar langsung ke rumah-rumah sebagai alternatif lain bagi masyarakat. “Ini memudahkan pembeli karena mereka tidak perlu ke pasar. Penjual sayur keliling sering berkeliling pagi dan siang hari di wilayah dekat tempat tinggal saya,” jelasnya.

Selain itu, tren penjual katering rumahan juga menjadi solusi bagi masyarakat yang sibuk dan tidak sempat memasak. “Banyak yang memilih katering rumahan karena praktis dan menghemat waktu, terutama bagi yang sibuk bekerja,” ujarnya.

Fitria menyarankan agar Pasar Besar Palangka Raya harus bisa membaca kebutuhan masyarakat dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. “Untuk menarik kembali konsumen, Pasar Besar perlu memperbaiki infrastruktur, kebersihan, keteraturan, dan kemudahan transaksi,” tuturnya.

Ia juga menyarankan para pedagang untuk menyediakan QRIS sebagai bentuk pembayaran online dan mengemas jualan lebih praktis, seperti sayuran yang sudah dipacking dan diproses, agar konsumen lebih mudah dalam berbelanja. “Dengan melakukan perubahan dan perbaikan ini, kita dapat menjawab fenomena sepinya Pasar Besar dan menarik kembali konsumen,” tutupnya.(wk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *