KaltengOpini Publik

KKD Dusmala Tebama Kalteng Tolak Pengakuan Pancani Gandrung sebagai Ketua Dusmala Nasional

Palangka Raya – Ketua Kerukunan Keluarga Dayak Dusun, Manyan, Lawangan, Tewoyan, Bayan, dan Dusun Malang (KKD Dusmala Tebama) Kalimantan Tengah, Bias Layar, secara tegas menolak dan tidak mengakui Pancani Gandrung sebagai Ketua Dusmala Nasional.

Bias menegaskan bahwa KKD Dusmala Tebama diakui secara sah oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, pengakuan Pancani Gandrung sebagai Ketua Dusmala Nasional cacat hukum dan tidak melalui mekanisme yang sah.

“Pemilihan ketua harus melalui Musyawarah Besar atau Musyawarah Nasional dengan kehadiran minimal dua pertiga struktur pengurus. Namun, Pancani Gandrung diangkat hanya melalui pertemuan di kafe miliknya di Palangka Raya, tanpa proses yang sesuai aturan,” ujarnya pada Minggu (7/7/24).

Bias juga menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil oleh anggota demisioner Dusmala tahun 2015 yang diduga mendukung Pancani untuk kepentingan politik pribadi. “Pengakuan Pancani menyesatkan dan tidak sah. Ini mungkin diduga Dusmala merasa milik mereka, dengan tujuan tanda kutip Kepentingan Politik Pancani Gandrung,” tegasnya.

KKD Dusmala Tebama, yang sebelumnya bernama Dusmala, baru saja mengalami perubahan nama untuk mencakup lebih banyak sub-suku Dayak, seperti Tewoyan, Bayan, dan Dusun Malang. Perubahan ini diresmikan pada Januari 2024 dan diakui oleh Pemerintah Provinsi Kalteng.

Advokat hukum ini juga menekankan bahwa integrasi sub-suku baru ke dalam KKD Dusmala Tebama harus diotentikkan secara hukum administrasi negara. Oleh karena itu, pengukuhan Bias Layar sebagai ketua dihadiri oleh seluruh pengurus Dusmala di 1 kota dan 13 kabupaten di Kalteng serta diresmikan oleh Sekda Nuryakin mewakili Gubernur Kalteng pada Juni 2024.

“Pemprov Kalteng sangat mengakui eksistensi kerukunan ini sebagai bentuk menjaga kearifan lokal budaya Dayak dalam era globalisasi,” pungkasnya. (Wk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *