PALANGKA RAYA — Start sudah ditekan. Pendaftaran tahap pertama atlet Porprov Kalimantan Tengah resmi ditutup, dan angkanya langsung bikin kaget: 7.130 atlet masuk dalam daftar panjang (longlist) hingga batas waktu pukul 00.00 WIB, Jumat (10/4/2026).
Bukan sekadar angka, ini sinyal bahwa geliat olahraga daerah sedang naik tensi. Di balik layar, tim IT SEGA Porprov bersama sekretariat dan pengurus KONI Kalteng langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan rekap dalam rapat internal di Sekretariat KONI Kalteng, Jalan Thamrin, Sabtu (11/4).
Distribusi atlet pun menunjukkan peta kekuatan. Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tampil paling agresif dengan 986 atlet—seolah mengirim pesan bahwa mereka siap jadi tuan rumah yang bukan hanya sibuk di logistik, tapi juga di prestasi. Di belakangnya, Kotawaringin Timur (Kotim) dengan 735 atlet, Kapuas 697 atlet, dan Seruyan 689 atlet ikut merapat dalam barisan padat. Sementara daerah lain tetap menjaga ritme, dari Barito Utara (671), Palangka Raya (641), hingga Gunung Mas yang mencatat angka paling ramping, 129 atlet.
Wakil Ketua Bidang Prestasi KONI Kalteng, M. Rasad Samuel, menyebut angka ini baru permulaan dari proses panjang.
“Total 7.130 atlet sudah masuk dalam longlist. Kami apresiasi kerja cepat KONI daerah. Setelah ini, kita masuk tahap krusial verifikasi entry by name dan entry by number,” ujarnya.
Namun, di balik euforia, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Dari ribuan nama itu, sekitar 1.887 atlet masih belum lengkap secara administrasi. Artinya, tahap kedua bukan sekadar formalitas, tapi penyaringan serius untuk memastikan semua yang tampil benar-benar sah.
“Di tahap berikutnya, sekaligus melengkapi kekurangan dan melakukan pengecekan lanjutan. Kami juga akan libatkan technical delegate dan pengprov cabor agar verifikasi berjalan sinkron,” tambah Rasad.
Nada tegas juga datang dari Kepala Bidang Sekretariat, Qudit Maseh. Ia mengingatkan bahwa kelalaian kecil bisa berdampak besar di kemudian hari.
“IT KONI daerah harus memastikan semua persyaratan lengkap. Koordinasi dengan cabor harus diintensifkan supaya tidak ada kendala saat pelaksanaan,” tegasnya.
Dengan angka atlet yang sudah tembus ribuan, ditambah official dan perangkat pertandingan, Porprov kali ini diprediksi bakal menghadirkan lebih dari 10 ribu orang dalam satu ekosistem kegiatan. Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya pun bersiap menghadapi lonjakan aktivitas bukan hanya di arena pertandingan, tapi juga di sektor ekonomi yang ikut terdorong.
Papan sudah disusun, bidak mulai bergerak. Tahap berikutnya akan menentukan: siapa yang benar-benar siap bertanding, dan siapa yang masih tertahan di meja administrasi.