PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mencatat sekitar 3.000 hewan penular rabies (HPR) telah mendapatkan vaksinasi hingga Juli 2026. Program vaksinasi gratis ini masih terus berjalan dengan sasaran sekitar 8.000 ekor hingga akhir tahun.
Vaksinasi yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya menyasar hewan peliharaan yang berpotensi menjadi penular rabies, terutama anjing, kucing, dan kera.
Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan capaian vaksinasi hingga Juli masih akan terus dikejar melalui pelayanan yang dilakukan di sejumlah wilayah.
“Target kita sekitar 8.000 ekor sampai Desember. Sampai Juli kemarin sudah sekitar 3.000-an yang tervaksin dan kegiatan ini terus berjalan,” ujar Sugiyanto, Rabu (9/9/2026).
Menurut Sugiyanto, sejauh ini belum ditemukan indikasi hewan terjangkit rabies di wilayah Palangka Raya. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan bersamaan dengan vaksinasi untuk mencegah munculnya kasus.
Petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik hewan agar tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gigitan maupun kontak dengan hewan lain.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan PPHP DPKP Kota Palangka Raya, drh. Ganjar Priyanto, mengatakan anjing, kucing, dan kera termasuk hewan yang perlu mendapat perhatian dalam pencegahan rabies.
“Anjing, kucing, dan kera berpotensi terkena rabies. Penyakit ini berbahaya karena dapat menular kepada manusia. Karena itu, pencegahan melalui vaksinasi pada hewan terus kami lakukan,” kata Ganjar.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, vaksinasi tidak hanya dilakukan dengan menunggu pemilik hewan datang ke lokasi pelayanan. Petugas juga menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi rumah warga atau door-to-door.
Masyarakat yang membutuhkan layanan vaksinasi dapat mengajukan permintaan pelayanan maupun menyampaikan pengaduan melalui media sosial resmi dan SMS Center DPKP Kota Palangka Raya.
Dengan pola pelayanan tersebut, DPKP menargetkan cakupan vaksinasi terus meningkat hingga Desember sekaligus memperkuat pemantauan terhadap hewan peliharaan di lingkungan masyarakat.