IMG-20260914-WA0056

PULANG PISAU – Upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara kolaboratif. Pada Senin (14/9/2026), Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kementerian Kehutanan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Tuwung membangun sekat bakar menggunakan excavator.

Pembuatan sekat bakar diawali dengan pembersihan dan pembukaan jalur di sekitar lokasi rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi, dengan jarak hanya beberapa ratus meter.

Selain berfungsi sebagai pembatas untuk menghambat potensi perambatan api, akses yang dibangun juga diharapkan memudahkan mobilisasi tim di lapangan ketika melakukan pembasahan maupun pemadaman.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining melalui Kepala Bidang Perlindungan dan KSDAE, Ansar, mengatakan pembangunan sekat bakar merupakan langkah antisipatif untuk memperkecil risiko api mendekati kawasan permukiman.

“Kita tidak hanya fokus pada pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dengan membuka akses dan membuat sekat bakar. Apalagi di lokasi ini terdapat permukiman warga yang jaraknya hanya beberapa ratus meter, sehingga perlu kita lindungi sejak awal,” kata Ansar.

Menurutnya, keberadaan akses tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempercepat respons apabila kembali ditemukan titik api di sekitar kawasan.

“Dengan adanya akses ini, teman-teman MPA maupun regu Damkar akan lebih mudah masuk untuk melakukan pembasahan dan pemadaman. Jadi ketika ada api atau bara yang muncul di sekitar lokasi, penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Ansar menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama lintas sektor, terutama di wilayah yang memiliki potensi api mendekati permukiman masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini yang kita perkuat. Dishut, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan dan masyarakat bergerak bersama sesuai peran masing-masing. Tujuannya satu, mencegah api meluas dan memastikan masyarakat tetap aman,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *