PALANGKA RAYA – Penyaluran Bantuan Tunai Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap 2 menjadi salah satu bentuk kehadiran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membantu masyarakat, terutama warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, mengatakan pihaknya terus memastikan proses penyaluran bantuan berjalan dan manfaatnya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, penyaluran KHBS tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan tunai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan sosial di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.
Penyaluran KHBS Tahap 2 di Kota Palangka Raya berlangsung di wilayah Petuk Katimpun yang dipusatkan di SMA 10 dan wilayah Sei Gohong di rumah Mantir. Di Petuk Katimpun tercatat 333 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sementara di Sei Gohong sebanyak 179 KPM menerima bantuan.
Masing-masing KPM mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp250 ribu yang disalurkan melalui Bank Kalteng dengan dukungan petugas serta relawan KHBS.
Akhmad Husain menegaskan, Dinas Sosial Kalteng juga memperhatikan warga yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke lokasi penyaluran.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana bantuan pemerintah tidak berhenti pada proses penyaluran saja, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat rentan dan warga yang terdampak karhutla,” ujar Akhmad Husain.
Selain bantuan tunai, masyarakat terdampak juga mendapatkan bantuan pangan serta dukungan kesehatan berupa masker dan vitamin. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kondisi warga yang terdampak asap dan aktivitas karhutla.
Kehadiran Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dalam pemantauan langsung penyaluran bantuan turut menjadi bagian dari upaya memastikan proses di lapangan berjalan sesuai sasaran.
Bagi Dinas Sosial Kalteng, kondisi karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, dukungan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam penanganannya.
Akhmad Husain menyebut koordinasi antara pemerintah, petugas lapangan, perbankan, relawan dan masyarakat menjadi kunci agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah. Karena itu, kami terus berupaya agar bantuan sosial dan bantuan untuk masyarakat terdampak dapat diberikan secara tepat sasaran,” katanya.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman, tetapi juga dengan memperkuat perlindungan dan dukungan sosial bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.