Dinsos Kalteng Soroti Pentingnya Validasi Data agar Bantuan Tepat Menyasar Warga

PALANGKA RAYA – Penyaluran bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Huma Betang Sejahtera di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, menjadi perhatian Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah. Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, penyaluran tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali kondisi warga dan ketepatan data penerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, mengatakan pembaruan data menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program bantuan sosial. Menurutnya, kondisi masyarakat dapat berubah sehingga data penerima perlu terus diperbarui agar program pemerintah tidak salah sasaran.

“Data itu harus terus kita perbarui. Kondisi masyarakat bisa berubah, sehingga kita perlu memastikan siapa yang memang membutuhkan bantuan dan siapa yang sudah tidak lagi memenuhi kriteria,” kata Akhmad Husain.

Dalam penyaluran bantuan di SMKN 5 Palangka Raya, Senin (28/9/2026), sebanyak 500 paket bantuan pangan diberikan kepada masyarakat. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.

Selain bantuan pangan, masyarakat penerima manfaat juga mendapatkan BLT Huma Betang Sejahtera sebesar Rp250 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Akhmad Husain menyebut bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat, terutama mereka yang aktivitas dan penghasilannya ikut terdampak kondisi karhutla serta kabut asap yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Bantuan ini memang tidak menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat, tetapi setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang penting bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial Kalteng tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan proses pendataan masyarakat berjalan secara berkelanjutan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting untuk mendapatkan gambaran kondisi masyarakat di lapangan.

Menurut Akhmad, masih ditemukannya masyarakat yang belum mendapatkan bantuan menjadi catatan yang perlu ditindaklanjuti melalui proses pendataan dan verifikasi.

“Kalau ada warga yang memang membutuhkan tetapi belum terakomodasi, tentu harus kita lihat kembali datanya. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru terlewat,” katanya.

Program Kartu Huma Betang Sejahtera sendiri tidak hanya diarahkan pada bantuan tunai. Program tersebut mencakup sejumlah dukungan sosial yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pelatihan, kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Dinsos Kalteng mendorong agar masyarakat yang telah menerima bantuan maupun yang belum terakomodasi dapat memperoleh informasi mengenai program sosial yang tersedia sesuai dengan kondisi dan kriteria masing-masing.

Akhmad Husain menambahkan, kehadiran Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam penyaluran bantuan menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Hal tersebut juga membantu pemerintah mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan warga yang tidak selalu terlihat dari laporan administratif.

“Ketika pimpinan turun langsung, kita bisa melihat kondisi masyarakat secara lebih nyata. Dari situ kemudian menjadi bahan bagi kami untuk melihat apa yang masih perlu dilakukan,” tuturnya.

Penyaluran bantuan pangan dan BLT Huma Betang Sejahtera di Kereng Bangkirai pun tidak hanya menjadi agenda pembagian bantuan, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa akurasi data, kondisi riil masyarakat, dan respons cepat pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam memastikan perlindungan sosial berjalan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *