Rangga Lesmana

SAMPIT — Senyum Shinta, siswi kelas 3 SD di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), perlahan kembali. Bocah 10 tahun itu sebelumnya sempat enggan bersekolah setelah mengalami trauma akibat ejekan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarganya.

Kisah Shinta kemudian mendapat perhatian dari Rangga Lesmana, Plt. Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Tengah. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan yang disalurkan oleh timnya di Sampit, Kamis (22/10/2026).

Bukan sekadar bantuan untuk kebutuhan sesaat. Rangga memberikan sejumlah perlengkapan yang diharapkan bisa menjadi pijakan bagi keluarga Shinta untuk kembali bangkit secara ekonomi.

Bantuan tersebut berupa satu unit sepeda motor lengkap dengan surat kendaraan, mesin pres penutup gelas (cup sealer), perlengkapan usaha dagang, alat masak berukuran besar, serta uang tunai untuk modal usaha dan kebutuhan sehari-hari.

Penyerahan bantuan kepada Shinta dan ibunya, Arini, berlangsung dalam suasana haru. Di balik bantuan tersebut terselip harapan agar persoalan ekonomi keluarga tidak lagi menjadi beban yang membuat Shinta kehilangan semangat untuk menuntut ilmu.

Bagi Shinta, sekolah bukan hanya soal belajar dan bertemu teman. Rasa aman dan diterima di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting untuk memulihkan kepercayaan dirinya.

Rangga berharap kepedulian terhadap kondisi Shinta tidak berhenti pada bantuan materi. Menurutnya, anak-anak yang mengalami tekanan akibat perundungan membutuhkan dukungan dari keluarga, sekolah, lingkungan dan masyarakat.

“Mari sama-sama kita ulurkan tangan untuk anak kita agar dia mau bersekolah lagi dan traumanya hilang. Semoga ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Rangga.

Kisah Shinta menjadi pengingat bahwa satu ejekan yang dianggap sepele oleh orang lain bisa meninggalkan luka yang panjang bagi seorang anak. Karena itu, lingkungan sekolah semestinya menjadi tempat yang membuat anak merasa aman untuk belajar, bertumbuh dan bermimpi.

Kini, harapan baru dititipkan kepada Shinta dan keluarganya. Bantuan yang datang bukan hanya soal sepeda motor, perlengkapan usaha atau uang tunai, tetapi juga sebuah pesan bahwa Shinta tidak sendirian dan masa depannya tetap layak diperjuangkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *