Dana Desa Bisa Digelontorkan untuk Karhutla, Bupati Mura Minta Pemdes Bergerak Cepat

PURUK CAHU – Pemerintah desa di Murung Raya kini memiliki ruang untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan anggaran yang bersumber dari Dana Desa.

Bupati Murung Raya Heriyus meminta pemerintah desa di seluruh wilayah kabupaten tersebut segera menyusun dan mengusulkan anggaran untuk penanggulangan karhutla. Kebijakan ini disebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat penanganan karhutla di tingkat desa.

Dorongan tersebut disampaikan Heriyus saat membuka sosialisasi dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk wilayah Kecamatan Murung.

Menurut Heriyus, pemerintah desa di 10 kecamatan perlu segera menindaklanjuti dukungan anggaran tersebut. Ia menyebut, sesuai regulasi yang menjadi acuan, alokasi untuk penanggulangan karhutla dapat mencapai 3 persen dari Dana Desa.

“Untuk seluruh pemerintah desa agar bisa segera melakukan penyusunan dan pengusulan anggaran untuk penanggulangan karhutla, sementara sesuai regulasinya sebesar 3 persen dari Dana Desa,” kata Heriyus.

Bagi Murung Raya, dukungan anggaran di tingkat desa menjadi penting karena penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah kabupaten maupun tim pemadam. Desa menjadi salah satu titik terdekat dengan lokasi rawan kebakaran, sehingga kemampuan masyarakat untuk melakukan pencegahan dan penanganan awal menjadi bagian penting.

Heriyus menilai bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang menghadapi ancaman karhutla dan dampaknya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan.

Karena itu, ia meminta pemerintah desa tidak menunggu sampai kebakaran terjadi. Anggaran yang tersedia diharapkan dapat diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan, termasuk mendukung kelompok MPA yang berada di masing-masing desa.

“Daya upaya yang sudah kita lakukan saat ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat, sehingga perlu kita tingkatkan kemampuan dan skill dari kelompok MPA di setiap desa melalui sosialisasi dan pelatihan,” ujarnya.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pencegahan karhutla dari tingkat paling bawah. Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah mendorong daerah terdampak agar mempercepat pemanfaatan dukungan anggaran penanganan karhutla dan memperkuat mobilisasi masyarakat serta relawan.

Dengan dukungan Dana Desa, pemerintah desa di Murung Raya diharapkan tidak hanya memiliki anggaran untuk merespons ketika api muncul, tetapi juga dapat memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi potensi kebakaran.

Pada akhirnya, keberhasilan penanganan karhutla di tingkat desa akan sangat bergantung pada seberapa cepat anggaran tersebut diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan—mulai dari kesiapsiagaan kelompok MPA hingga kemampuan masyarakat melakukan penanganan awal ketika muncul tanda-tanda kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *