Palangka Raya – Karhutla di Palangka Raya belum sepenuhnya berakhir. Meski kobaran api di sejumlah lokasi telah berhasil dikendalikan, ancaman munculnya kembali api masih membayangi kawasan gambut.
Hingga Minggu (1/11/2026), titik panas masih terpantau di wilayah Kelurahan Marang dan Kelampangan. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan pembasahan, terutama di kawasan gambut yang dinilai masih menyimpan potensi bara di bawah permukaan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan penanganan lahan gambut memang membutuhkan perlakuan berbeda. Air yang disiram ke permukaan belum tentu membuat api benar-benar mati, karena bara bisa bertahan di lapisan bawah tanah.
“Gambut itu kan bukan tanah mineral biasa yang disiram langsung padam. Jadi perlu dilakukan pembasahan berulang-ulang,” ujar Fairid usai mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Penanggulangan Karhutla bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Palangka Raya, Minggu (1/11/2026).
Karena itu, petugas masih melakukan pembasahan lanjutan di titik-titik yang dinilai rawan. Pemerintah kota juga akan memaksimalkan peralatan dan anggaran yang tersedia untuk memastikan bara di dalam gambut tidak kembali memicu kebakaran.
Namun, persoalan karhutla tidak berhenti pada api dan asap. Pemkot Palangka Raya kini mulai menghitung dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat bencana tersebut.
Fairid mengatakan, pendataan kerugian masih berlangsung sehingga pemerintah belum dapat menyebutkan total nilai kerugian yang dialami warga. Penghitungan akan difokuskan pada dampak ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat.
Sementara kerugian yang terjadi di kawasan hutan maupun taman nasional membutuhkan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap wilayah tersebut.
Gambaran mengenai dampak ekonomi karhutla akan dilihat melalui perkembangan indikator perekonomian daerah pada kuartal IV 2026, terutama menjelang akhir tahun.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai seberapa besar pengaruh karhutla terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.