PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menaruh perhatian besar terhadap penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di tingkat internasional.
Kepala Disperindag Kalteng, Norhani, mengatakan penguatan IKM merupakan bagian penting dari visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah melalui program IKM Berkah.
“Peningkatan IKM menjadi atensi kami karena IKM Berkah merupakan bagian dari visi dan misi Pak Gubernur. Upaya ini akan kita tingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan, sekaligus mendorong para pelaku IKM agar bisa go ekspor,” ujar Norhani, Senin (5/1/26).
Ia menjelaskan, Disperindag Kalteng menyiapkan sejumlah tahapan pendukung, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan teknis, guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
“Untuk bisa ekspor, akan kita laksanakan sosialisasi dan pelatihan. Harapannya, mulai 2025 hingga target 2026, produk-produk unggulan Kalteng dapat menembus pasar mancanegara,” katanya.
Saat ini, Disperindag Kalteng juga tengah menghimpun berbagai produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah yang nantinya akan ditetapkan sebagai produk unggulan daerah melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.
“Ada produk-produk unggulan dari kabupaten dan kota yang sedang kita himpun. Nantinya akan dijadikan satu kesatuan dan ditetapkan melalui SK Gubernur,” jelasnya.
Norhani mengungkapkan, produk lokal Kalteng mendapat apresiasi dari hasil reses dan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI. Menurutnya, Komisi VII menilai sejumlah produk lokal Kalteng memiliki daya saing, seperti rotan dan bawang dayak yang telah mulai menembus pasar ekspor.
“Dari hasil reses Komisi VII DPR RI, mereka sangat antusias dan mengapresiasi produk-produk lokal Kalteng yang sudah bisa bersaing, seperti rotan dan bawang dayak yang mulai go ekspor,” ungkapnya.
Ia mencontohkan rotan asal Kabupaten Katingan yang diolah menjadi produk anyaman, seperti tikar, dan diminati pasar internasional karena keasliannya.
“Rotan dari Katingan diolah menjadi tikar anyaman. Produk yang masih original seperti ini justru sangat diminati pasar mancanegara,” tambahnya.
Selain rotan, produk lain seperti tenun khas Kalteng dan tanaman herbal daerah juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Pada Kalteng Expo kemarin, produk yang banyak diminati di antaranya tenun Kalteng dan herbal khas daerah, seperti bawang dayak. Tanaman ini tumbuh alami di Kalteng dan tidak banyak ditemukan di daerah lain,” katanya.
Untuk mendukung ekspor, Disperindag Kalteng juga menyiapkan kelengkapan perizinan bagi para pelaku IKM.
“Untuk IKM bisa ekspor, seluruh perizinan akan kita siapkan dan penuhi terlebih dahulu. Ini yang sedang kita persiapkan,” pungkas Norhani.