PALANGKA RAYA-Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (FK UPR) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah dengan memprioritaskan putra-putri Kalimantan Tengah dalam penerimaan mahasiswa.
Dekan Fakultas Kedokteran UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani, menyampaikan bahwa pada penerimaan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Tahun 2025, dari total kuota 115 mahasiswa, terisi 112 mahasiswa, dan 78 persen di antaranya merupakan putra daerah Kalimantan Tengah.
“Capaian ini menjadi bentuk komitmen FK UPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memberi ruang yang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk menjadi tenaga kesehatan,”ucapnya saat Pelantikan Dokter Angkatan XXXV FK UPR, Selasa (3/2/2026).
Selain itu berharap kebijakan tersebut dapat terus dipertahankan ke depan, seiring dengan pesatnya perkembangan Kalimantan Tengah, termasuk bertambahnya jumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit di berbagai wilayah.
“Terkait penempatan lulusan dokter, Natalia menjelaskan bahwa mekanisme penugasan, termasuk melalui program internsip dan kebutuhan layanan kesehatan, merupakan kewenangan Dinas Kesehatan sesuai dengan usulan kebutuhan dari rumah sakit-rumah sakit yang ada,” tambahnya.
Namun demikian, FK UPR mendorong para lulusan, khususnya putra daerah, untuk mengambil peran aktif dalam memenuhi kebutuhan dokter di rumah sakit yang telah dan akan dibangun di Kalimantan Tengah.
“Kita memiliki cukup banyak rumah sakit, termasuk rumah sakit pratama seperti RS Pratama Pujon, RS Pratama Tumbang Samba, RS Pratama Pagatan, dan sejumlah rumah sakit lainnya. Seluruh fasilitas tersebut tentu membutuhkan dokter umum maupun dokter spesialis,”lanjutnya.

Selain itu juga FK UPR bersama Rektor UPR, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta dukungan Gubernur Kalimantan Tengah, berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan kedokteran, termasuk pendidikan dokter spesialis.
“Ke depan, kami berharap tidak hanya dokter umum yang tersedia, tetapi juga dokter spesialis, mulai dari spesialis anak, anestesi, bedah, penyakit dalam, hingga bidang prioritas lainnya,”tuturnya.
Pada tahun 2030, pendidikan dokter spesialis di Kalimantan Tengah, khususnya untuk lima spesialis dasar, dapat terpenuhi sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dari tingkat desa hingga kota dapat berjalan secara berjenjang dan merata.
“Ini adalah harapan kita bersama, agar pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah semakin kuat dan berkelanjutan,”ungkapnya.(red/poto:Hairul)