Palangka Raya — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggeser pola pembangunan sektor perikanan dari sekadar program rutin menuju pendekatan berbasis riset dan kebutuhan lapangan. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dislutkan Kalteng dan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya (UPR), di Aula Dislutkan Kalteng, Rabu (13/5/2026).
Kerja sama tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan potensi kelautan dan perikanan di Kalteng tidak lagi hanya bertumpu pada kebijakan administratif, tetapi juga melibatkan dunia akademik untuk menjawab persoalan riil di lapangan, mulai dari peningkatan produksi, penguatan SDM, hingga keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni menilai sektor kelautan dan perikanan memiliki ruang besar untuk dikembangkan, namun membutuhkan dukungan keilmuan agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi dasar sinergi pelaksanaan program dan kegiatan antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak kampus juga melihat kerja sama ini sebagai peluang memperkuat peran perguruan tinggi di luar ruang kelas. Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan UPR, Wilson menyebut saat ini fakultasnya memiliki sepuluh program studi, termasuk tiga program studi perikanan yang dinilai siap terlibat langsung dalam pengembangan sektor tersebut.
Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya soal penandatanganan dokumen, tetapi membuka ruang kolaborasi untuk inovasi, penelitian terapan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Penandatanganan PKS ini juga menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Universitas Palangka Raya yang telah dibangun sejak 2024 terkait peningkatan mutu penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menariknya, kegiatan tersebut turut dirangkai dengan diskusi pemetaan kebutuhan riset daerah menuju konsep “Palangka Raya Keren” yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan UPR, Sulmin Gumiri sebagai narasumber.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan melahirkan riset-riset yang benar-benar bisa diterapkan untuk memperkuat sektor perikanan Kalteng di tengah tantangan ekonomi dan lingkungan yang terus berkembang.(red)