Warga Kalibata Titip Jalan, Jembatan hingga Drainase kepada Faridawaty

PALANGKA RAYA – Persoalan jalan, banjir, drainase hingga pengelolaan sampah menjadi keluhan utama warga kawasan Kalibata, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya. Beragam persoalan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darlan Atjeh, saat melaksanakan reses perseorangan, Minggu (23/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua RT 007/RW 013, Jalan Kalibata Blok E Nomor 38, itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi lingkungan yang masih membutuhkan perhatian.

Ketua RT 008/RW 013, Suhada, misalnya, meminta pengerasan Jalan Kalibata 7 dan Kalibata 8 dengan panjang sekitar satu kilometer. Warga juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan di kawasan pengaringan lingkar luar.

Tak hanya jalan, warga juga menginginkan adanya jembatan permanen yang menghubungkan Kalibata 7 dengan Lintas Mahir-Mahar. Selama ini, akses tersebut masih mengandalkan jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Persoalan akses jalan juga disampaikan kader Posyandu sekaligus TP PKK Kelurahan Menteng, Rosidah. Ia meminta pengerasan Jalan Tampung Penyang IV RT 003/RW 013 dilanjutkan hingga kawasan perumahan.

Menurutnya, kondisi jalan masih terputus dan terdapat ruas yang mengalami amblas di sekitar Rusunawa mahasiswa IAKN dengan panjang kurang lebih satu kilometer.

Sementara itu, warga RT 007/RW 013, Marna, mengusulkan pengaspalan jalan sekaligus pembangunan parit di ujung Blok E. Ia juga menyoroti penyelesaian pembangunan pos kamling yang hingga kini belum rampung.

Ketua RT 007/RW 013, Wilis, turut membawa sejumlah persoalan lingkungan. Di antaranya pembangunan parit di Jalan Blok D dan E serta pengerasan Jalan Kalibata 1 hingga Kalibata 3. Dari beberapa ruas tersebut, pengerasan baru dilakukan di Jalan Kalibata 2.

Warga juga mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan sepanjang sekitar lima meter di kawasan Blok E untuk mempermudah aktivitas masyarakat.

Keluhan mengenai banjir dan drainase disampaikan warga Kalibata 08, Yeti. Menurutnya, masih ada rumah warga yang terdampak banjir, sementara sejumlah parit tertutup rumput sehingga aliran air tidak optimal.

Ia meminta pembersihan sekaligus pengerukan drainase di sepanjang Jalan Kalibata. Warga juga berharap tersedia bak sampah di sekitar permukiman karena selama ini masyarakat masih menumpang membuang sampah di kawasan terminal.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Faridawaty juga memberikan sejumlah bantuan pribadi kepada masyarakat. Bantuan di antaranya berupa doorprize kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT Kemerdekaan RI sebesar Rp1 juta dan dana penyelesaian atau finishing pos kamling sebesar Rp1,5 juta melalui Ketua RT 007.

Faridawaty juga memberikan bantuan transportasi kepada peserta serta cenderamata berupa tumbler FDA. Apresiasi dalam bentuk tali asih pribadi berupa bantuan pulsa juga diberikan kepada peserta, undangan, dan warga yang menyampaikan saran, masukan maupun kritik.

Bagi warga, reses tersebut bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi kesempatan untuk membawa persoalan sehari-hari di lingkungan mereka langsung ke meja wakil rakyat.

Mulai dari jalan yang belum tersambung, jembatan yang masih swadaya, drainase yang tersumbat, ancaman banjir, hingga persoalan sampah menjadi catatan yang diharapkan dapat diperjuangkan dalam agenda pembangunan.

Faridawaty mengatakan, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan perjuangan untuk mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Reses menjadi ruang penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, sehingga setiap saran, masukan, dan persoalan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan perjuangan untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi lingkungan,” tutup Faridawaty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *