WhatsApp Image 2026-08-24 at 21.37.40

PALANGKA RAYA – Masa reses dimanfaatkan Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh untuk turun langsung menyerap aspirasi warga. Setelah menyambangi masyarakat di kawasan Perumahan Jalan Kalibata, Senin malam (24/8/2026), Faridawaty kembali bertemu warga Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.

Pertemuan yang berlangsung di Cafe 99, Jalan Adonis Samad Nomor 99, itu menjadi ruang bagi warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari kebutuhan sumur bor, perbaikan jalan dan drainase, pembangunan jalan titian, hingga perhatian terhadap masyarakat peduli api (MPA).

Ketua RW 17 Kelurahan Langkai, Bambang, menyampaikan sejumlah kebutuhan warga di kawasan Tugu Soekarno dan belakang PDAM Palangka Raya. Salah satunya terkait dua titik sumur bor beserta mesin yang telah berusia sekitar lima hingga enam tahun dan membutuhkan perhatian.

Warga juga mengusulkan semenisasi Jalan S Parman, khususnya Gang Simponi dan Gang Patra. Selain itu, mereka meminta perbaikan aliran drainase pembuangan dari sekitar kawasan PU hingga tembus ke Gang Sepakat.

“Selain menyampaikan masalah sumur bor, semenisasi jalan, dan perbaikan aliran drainase, mereka juga mengharapkan kejelasan titik tapal batas jalur hijau dengan kawasan perumahan warga,” kata Faridawaty.

Aspirasi lain datang dari Jamalun, warga RT 01/RW 08. Ia mengungkapkan, pembangunan jalan titian di belakang Aline Foto telah berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini belum juga terealisasi.

Menurut Faridawaty, persoalan jalan titian tersebut bukan baru muncul. Warga mengaku telah menyampaikannya selama puluhan tahun, tetapi belum mendapat perhatian berupa perbaikan.

Kebutuhan sumur bor juga kembali menjadi sorotan. Warga mengusulkan pembangunan tiga titik sumur bor sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran di kawasan permukiman.

“Usulan pembangunan tiga titik sumur bor ini untuk mengantisipasi kalau terjadi musibah kebakaran, namun sampai saat ini juga belum ada realisasi dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Suprianto, Ketua RT 05/RW 15 Jalan Perintis, menyampaikan kondisi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai. Menurutnya, para anggota MPA selama ini aktif membantu pemadaman kebakaran, termasuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini.

Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, sebagian kebutuhan operasional masih ditanggung secara pribadi. Karena itu, warga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap keberadaan dan aktivitas MPA di Kelurahan Langkai.

Selain dukungan bagi MPA, warga juga mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter menuju Masjid Perintis Permai.

Aspirasi berikutnya disampaikan Ketua RT 01/RW 13, Safi’i. Ia mengusulkan pembangunan dua titik sumur bor di kawasan Gang Buntu.

Warga juga meminta program semenisasi Jalan Albanjari 1, RTA Miloni, Km 2,5, sepanjang kurang lebih 300 meter.

Faridawaty mengatakan, berbagai aspirasi tersebut akan menjadi bagian dari catatan hasil reses untuk disampaikan kepada pemerintah daerah. Ia menilai sejumlah usulan yang disampaikan warga berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan kondisi lingkungan permukiman.

“Kita mengharapkan agar apa yang menjadi aspirasi warga ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kita dari DPRD Kalteng berkomitmen untuk menyampaikan dan mengawal apa yang diusulkan warga, agar bisa diwujudkan oleh pemerintah sesuai dengan skala prioritas,” pungkas Faridawaty, yang juga Ketua DPW Partai NasDem Kalteng.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *