IMG-20260213-WA0097

PALANGKA RAYA-Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra, menegaskan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan instruksi langsung Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Ramadan 1447 H.

“Gubernur sangat menginginkan ketahanan pangan itu memang kuat di Kalimantan Tengah dan masyarakat diharapkan dapat menjangkau pangan dengan harga yang terjangkau,”ucapnya, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan GPM didukung dana APBD Provinsi Kalteng serta Badan Pangan Nasional, selisih harga yang diberikan cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran.

“Contoh untuk beras, kita jual di harga Rp58.000 hingga Rp59.000, sementara di pasaran sudah di atas Rp60.000 bahkan ada yang Rp70.000. Gula juga kita jual Rp15.000, sementara di pasar sudah di atas Rp18.000,”tambahnya.

Gerakan Pangan Murah kali ini digelar serentak di sembilan kabupaten/kota, yakni di tingkat provinsi serta Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, dan Kota Palangka Raya. Sementara daerah lainnya dijadwalkan menyusul dalam bulan yang sama.

“Selain menjaga keterjangkauan harga, Pemprov Kalteng juga memastikan ketersediaan stok pangan di daerah dalam kondisi aman menjelang Ramadan,” lanjutnya.

Kalau stok cukup, hasil rapat kemarin sekitar 14.706 ton. Itu cukup sampai 6 bulan menurut hitungan Bulog.

“Melalui pelaksanaan GPM serentak ini, Pemprov Kalteng berharap tekanan inflasi menjelang Ramadan dapat dikendalikan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan,” ungkapnya.(Red/Poto: Hairul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *