WhatsApp Image 2026-01-05 at 18.54.11 (1)

Palangka Raya – Anggota DPR RI Komisi I, Andina Theresia Narang, menegaskan komitmennya mendorong percepatan pemerataan akses internet dan penguatan literasi digital di Kalimantan Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja reses ke Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (5/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andina menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan infrastruktur digital benar-benar menjangkau wilayah pedalaman dan daerah blank spot di Kalimantan Tengah yang memiliki bentang wilayah sangat luas.

Sebagai mitra kerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Andina menyampaikan kabar bahwa pada tahun 2026 Kalimantan Tengah mendapatkan alokasi 50 titik Akses Internet (AI).

“Pada tahun 2026 ini, Kalimantan Tengah mendapatkan 50 akses internet. Sebarannya berada di Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Seruyan, Lamandau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Sukamara. Akses internet ini difokuskan untuk sekolah, Koramil, serta kantor pelayanan desa,” ujar Andina.

Namun demikian, Andina juga menyoroti masih adanya permasalahan Base Transceiver Station (BTS) yang telah dibangun tetapi belum berfungsi optimal atau bahkan tidak memiliki sinyal. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran negara.

Ia meminta Diskominfosantik Kalteng untuk segera menyampaikan data wilayah blank spot serta BTS bermasalah secara rinci dan terukur. Data tersebut akan langsung ia komunikasikan kepada Direktorat Jenderal BAKTI Kemkomdigi.

“Saya minta datanya secara detail. Kalau melalui jalur birokrasi biasa mungkin akan memakan waktu lama. Sebagai wakil rakyat, saya bisa menyampaikannya langsung ke Dirjen agar segera dicarikan solusi. Kita harus pastikan anggaran yang turun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan infrastruktur, Andina juga menaruh perhatian serius terhadap isu literasi digital. Ia mengingatkan ancaman konten negatif, judi online (judol), dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kini mulai menyasar anak-anak dan generasi muda.

Menurutnya, penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penerapan regulasi perlindungan anak di ruang digital, termasuk implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas), serta peningkatan peran orang tua dalam pengawasan penggunaan internet.

Menanggapi hal tersebut, Diskominfosantik Kalteng menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan DPR RI dalam pelaksanaan kegiatan literasi digital secara masif dan daring yang menyasar ribuan peserta di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Melalui sinergi ini, Andina berharap pemerataan akses internet dan peningkatan literasi digital dapat menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda Kalimantan Tengah yang berdaya saing.

Kunjungan kerja reses tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara Anggota DPR RI Andina Theresia Narang dengan jajaran Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *