Palangka Raya – Peluncuran program beasiswa Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun 2026 mendapat respons positif dari kalangan legislatif. Namun, dukungan tersebut dibarengi dengan penekanan pada efektivitas dan ketepatan sasaran program agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, melihat program ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi pelajar dan mahasiswa.
Ia menilai, beasiswa tidak hanya soal bantuan biaya, tetapi juga instrumen penting untuk mendorong mobilitas sosial dan pemerataan kesempatan pendidikan.
“Program ini membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Tantangannya adalah memastikan bantuan ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Dari sisi kebijakan, DPRD disebutnya akan memberikan dukungan terhadap program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pengawasan tetap diperlukan agar implementasinya tidak sekadar formalitas.
Selain program beasiswa, Hasan juga menyoroti pelaksanaan Lomba Kampung Keren yang dinilai memiliki dimensi partisipatif dalam pembangunan lingkungan. Program tersebut dianggap mampu mendorong keterlibatan warga dalam menciptakan kawasan yang lebih tertata, aman, dan inovatif.
Ia menilai, pendekatan berbasis partisipasi masyarakat seperti ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup warga jika dijalankan secara konsisten.
Di sisi lain, peresmian aula baru Dinas Pendidikan turut menjadi perhatian. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung kinerja institusi dalam menjalankan program pendidikan secara lebih optimal.
Hasan menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur dan konsistensi pelaksanaan program di lapangan.(red)