WhatsApp Image 2026-03-12 at 08.53.53

PALANGKA RAYA – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan kesiapan layanan uang tunai bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.

Dalam program tersebut, kebutuhan uang tunai masyarakat Kalimantan Tengah selama periode Ramadan dan Idulfitri diperkirakan mencapai Rp3,28 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 91,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan peningkatan kebutuhan uang tunai dipengaruhi aktivitas perdagangan, transportasi, serta konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat menjelang Idulfitri.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia menyiapkan uang pecahan kecil dalam nominal Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan selama Ramadan dan Idulfitri.

Melalui program SERAMBI 2026, layanan kas keliling juga diperluas dengan menjangkau sejumlah pusat aktivitas masyarakat seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali di Palangka Raya. Selain itu, layanan tersebut juga hadir di lokasi tematik seperti pondok pesantren, kawasan wisata, serta sejumlah masjid.

Layanan kas keliling juga disiagakan di sejumlah rest area pada jalur mudik Trans Kalimantan untuk memudahkan pemudik memperoleh uang tunai selama perjalanan.

Bank Indonesia juga menyediakan kuota penukaran uang baru sebanyak 11.180 paket di Kalimantan Tengah. Setiap paket penukaran memiliki nilai sebesar Rp5,3 juta.

Untuk memperkuat jaringan distribusi Rupiah, Bank Indonesia juga mengoptimalkan layanan melalui lima kas titipan yang berada di Buntok, Lamandau, Muara Teweh, Pangkalan Bun, dan Sampit.

Dalam pelaksanaannya, layanan penukaran uang kini dilakukan secara digital melalui situs resmi PINTAR (pintar.bi.go.id). Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi penukaran, menentukan jadwal kunjungan, serta memastikan ketersediaan slot penukaran sebelum datang ke lokasi.

Bank Indonesia menyebut digitalisasi layanan tersebut bertujuan mengurangi antrean fisik, meningkatkan efisiensi waktu, serta memberikan kepastian layanan bagi masyarakat.

Selain itu, melalui kanal tersebut masyarakat juga diingatkan untuk melakukan penukaran uang hanya melalui layanan resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu maupun biaya tambahan dari pihak tidak resmi.

Bank Indonesia menegaskan bahwa PINTAR merupakan situs resmi, bukan aplikasi yang tersedia di Play Store, sehingga masyarakat diimbau berhati-hati terhadap aplikasi palsu yang berpotensi menyalahgunakan data.

Dengan dukungan layanan digital, operasional kas keliling, serta distribusi uang yang diperluas, Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat Kalimantan Tengah selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi secara optimal.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *