Palangka Raya – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Palangka Raya resmi membuka pendaftaran ajang Dekranasda Palangka Raya Award 2026. Kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku industri kreatif dan perajin lokal di wilayah Kota Palangka Raya.
Melalui ajang tersebut, pemerintah kota mendorong para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggulan daerah. Tahun ini, terdapat lima kategori utama yang diperlombakan, yakni Serat Alam, Kain, Kayu, Logam dan Batuan, serta kategori Bahan Alam Lainnya.
Pembagian kategori itu memberi ruang bagi berbagai subsektor kerajinan, mulai dari pembatik hingga pengukir kayu khas Dayak, untuk berpartisipasi sesuai bidang masing-masing.
Ketua Dekranasda Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, menyampaikan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah indikator lain.
“Terdapat lima kriteria utama yang menjadi acuan penilaian, yakni Excellence atau kualitas, Marketability atau daya jual, Innovation atau inovasi, Authenticity atau otentisitas, serta Sustainability terkait dampak sosial dan lingkungan dari produk yang dihasilkan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Proses penjurian akan melibatkan pengurus dari Dewan Kerajinan Nasional bersama pengurus Dekranasda Kota Palangka Raya. Keterlibatan juri tingkat nasional diharapkan dapat menghadirkan standar penilaian yang lebih komprehensif, sehingga produk pemenang memiliki peluang bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Pendaftaran administrasi dan penyiapan produk dibuka mulai 23 Februari hingga 20 April 2026. Setelah itu, panitia akan melaksanakan tahap penilaian administrasi dan fisik produk yang dijadwalkan pada 25 April 2026.
Ajang ini terbuka bagi perajin yang berdomisili atau menjalankan usaha di wilayah administratif Kota Palangka Raya. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp25 juta. Selain uang pembinaan, pemenang juga akan memperoleh pengakuan formal yang diharapkan dapat memperkuat branding dan nilai jual produk mereka.(red)