IMG-20260203-WA0089

PALANGKA RAYA –  mempersiapkan penyaluran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH), baik negeri maupun swasta, di Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat teknis yang digelar di Ruang Rapat Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (3/2/26). Rapat difokuskan pada pembahasan spesifikasi teknis serta kebutuhan riil panel surya yang akan dipasang di satuan pendidikan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perencanaan Belanja Modal Instalasi PLTS sekaligus menjadi dasar penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026, khususnya untuk mendukung penyediaan sarana kelistrikan di sektor pendidikan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah, Ferryanson, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah, Sutoyo.

Ferryanson mengatakan, penyediaan PLTS ini diarahkan untuk membantu sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik, terutama di wilayah dengan akses jaringan listrik yang belum stabil.

“Panel surya ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan listrik di satuan pendidikan, khususnya sekolah yang berada di daerah dengan keterbatasan jaringan listrik,” kata Ferryanson.

Menurutnya, keberadaan PLTS di sekolah diharapkan dapat menunjang penggunaan perangkat pembelajaran berbasis digital dan menjaga kelangsungan proses belajar mengajar.

“Dengan dukungan listrik yang lebih mandiri, sekolah dapat mengoperasikan perangkat pembelajaran digital secara lebih optimal,” tambahnya.

Ia menambahkan, rapat teknis ini juga membahas penyesuaian spesifikasi panel surya agar sesuai dengan kebutuhan sekolah, baik dari sisi daya, kapasitas, maupun keberlanjutan pemanfaatannya.

“Kami ingin memastikan perencanaan dilakukan secara tepat, baik dari sisi teknis maupun anggaran, sehingga pemasangan PLTS nantinya benar-benar efektif dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa masih terdapat kekurangan sarana pendukung kelistrikan untuk menunjang digitalisasi pembelajaran pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Kalimantan Tengah. Keterbatasan anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 menjadi salah satu faktor belum terpenuhinya kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, dukungan lintas perangkat daerah dinilai penting untuk mempercepat pemenuhan sarana pendukung pembelajaran berbasis digital di sekolah-sekolah.

Adapun kebutuhan PLTS yang direncanakan mencakup pemasangan panel surya dengan kapasitas minimal 2.000 watt, yang akan didistribusikan ke SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2026.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *