WhatsApp Image 2026-04-13 at 21.50.24



PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah mengambil peran utama dalam memastikan stabilitas pangan daerah tetap terjaga. Bersama sejumlah instansi terkait, Disdagperin turun langsung melakukan pengawasan stok pangan di toko ritel modern hingga gudang pemasok, Senin (13/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasaran. Pengawasan tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP), Dinas Ketahanan Pangan (Hanpang), serta Polda Kalteng untuk memperkuat kontrol di lapangan.

Fokus pengawasan menyasar dua titik krusial, yakni gudang distributor sebagai hulu pasokan dan ritel modern sebagai ujung distribusi. Dari dua titik ini, pemerintah dapat membaca secara langsung kondisi riil ketersediaan barang sekaligus memetakan potensi gangguan distribusi.

Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Norhani, menegaskan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah yang bisa memicu kelangkaan atau lonjakan harga bahan pokok.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan stok pangan di Kalteng dalam kondisi aman serta distribusinya berjalan lancar, baik di tingkat distributor maupun ritel,” ujarnya.

Selain mengecek stok, tim juga mencermati potensi praktik penimbunan maupun distribusi yang tidak wajar. Keterlibatan aparat kepolisian menjadi bagian penting dalam memberikan efek pengawasan yang lebih kuat di lapangan.

“Dengan sinergi lintas instansi, kami bisa lebih cepat mendeteksi dan mengantisipasi jika ada indikasi gangguan, baik dari sisi distribusi maupun potensi spekulasi,” tambah Norhani.

Dari hasil pemantauan sementara, kondisi stok pangan di sejumlah titik masih dalam kategori aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi tersebut tetap stabil.

Norhani juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu kepanikan pasar. Ia memastikan pemerintah terus hadir untuk menjaga ketersediaan bahan pokok tetap terjamin.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang, karena pemerintah terus melakukan pengawasan agar stok tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Disdagperin Kalteng ingin memastikan bahwa pengendalian pangan tidak hanya berbasis data, tetapi juga didukung kondisi lapangan yang terpantau langsung sehingga setiap potensi gejolak bisa direspons lebih cepat dan tepat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *