IMG-20260220-WA0027

PALANGKA RAYA – Dinas Lingkungan hidup provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh lapisan masyarakat memaknai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2026 sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dengan bijak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah, Joni Harta, menegaskan bahwa peringatan HPSN harus menjadi pengingat bersama akan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Momentum Hari Peduli Sampah Nasional ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi refleksi bagi kita semua bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan rumah tangga.

“Mulailah dari hal kecil, seperti membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung program daur ulang. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat signifikan bagi lingkungan kita,” tambahnya.

Joni juga menekankan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Tengah.

“Kita ingin membentuk karakter masyarakat yang sadar lingkungan. Dengan semangat kolaborasi, kita optimistis Kalimantan Tengah dapat menjadi daerah yang bersih, sehat, dan lestari,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, ia kembali mengingatkan pesan utama dalam peringatan HPSN tahun ini. “Kelola Sampah dengan Bijak, Jaga Alam Kalimantan Tengah Tetap Asri,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *