WhatsApp Image 2026-04-08 at 14.24.29

PALANGKA RAYA-Kenaikan harga plastik dinilai bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga peluang untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam menciptakan alternatif ramah lingkungan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengimbau masyarakat agar dapat mengambil hikmah dari kondisi tersebut, khususnya dengan mulai mengurangi ketergantungan terhadap kemasan berbahan plastik.

Menurutnya, sejak awal Pemerintah Kota Palangka Raya telah menekankan pentingnya pengurangan penggunaan plastik, terutama dalam aktivitas perdagangan.

“Ini momentum yang baik. Kenaikan harga plastik seharusnya mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam menciptakan kemasan alternatif,” ujarnya.

Ia menilai, Palangka Raya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti plastik. Beberapa di antaranya seperti daun pandan, daun nipah, daun pisang, hingga bahan alami lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

“Daerah kita kaya akan sumber daya alam. Ini bisa dimanfaatkan untuk membuat kemasan yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi,” tambahnya.

Khemal juga mendorong munculnya pelaku usaha baru di bidang kerajinan kemasan berbasis bahan alami. Ia optimistis, kondisi ini dapat memicu tumbuhnya industri kreatif lokal yang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, ia menyebut Wali Kota Palangka Raya juga telah mengimbau para pedagang untuk mulai menghindari penggunaan plastik dalam mengemas dagangan mereka.

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, mengingat plastik merupakan material yang sulit terurai dan berpotensi mencemari alam dalam jangka panjang.

“Jangan selalu dibandingkan dengan kota besar seperti Jakarta. Kondisi kita berbeda, sumber daya alam kita sangat mendukung untuk beralih ke kemasan alami,” tegasnya.

Ia pun menegaskan bahwa di balik kenaikan harga plastik, terdapat peluang besar untuk menciptakan inovasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Pasti ada hikmahnya. Ini saatnya masyarakat berkreasi dan memanfaatkan potensi yang ada,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *