IMG_20250509_143159

PALANGKA RAYA – Menjelang peringatan Hari Pers yang jatuh pada 9 Februari 2026, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah, mengajak insan pers menjadikan momentum ini sebagai cermin bukan hanya untuk merayakan profesi, tetapi juga untuk menguji kembali integritas di tengah derasnya arus informasi.

Rangga menilai tantangan pers hari ini bukan lagi soal keberanian menyampaikan berita, melainkan konsistensi menjaga kebenaran. Di era digital yang serba cepat, godaan klik dan viral kerap mengaburkan proses verifikasi. “Kecepatan penting, tapi integritas jauh lebih menentukan kepercayaan publik,” ujarnya, Minggu 8/2/26.

Ia mengingatkan, maraknya hoaks seringkali berangkat dari informasi setengah benar yang tidak diuji secara utuh. Karena itu, pemahaman terhadap Undang-Undang Pers dan etika jurnalistik menjadi landasan yang tidak bisa ditawar. Regulasi, menurutnya, bukan alat pembatas kebebasan pers, melainkan pagar agar kebebasan itu tetap bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Rangga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pers dan pemerintah daerah. Ia berharap media di Kalimantan Tengah dapat terus menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam mendukung program-program Bapak Gubernur Kalimantan Tengah H.Agustiar Sabran dan Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo mengawal kebijakan, menyampaikan informasi yang berimbang, sekaligus memberi masukan berbasis fakta.

“Pers yang berintegritas akan memperkuat kepercayaan masyarakat. Dari situlah kolaborasi yang sehat bisa tumbuh dan pembangunan daerah berjalan lebih efektif,” ungkapnya.

Ia berharap agar Hari Pers tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat bersama bahwa independensi, akurasi, dan tanggung jawab sosial adalah napas utama dunia jurnalistik.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *