PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian daerah sepanjang tahun 2025 tetap berada pada jalur pertumbuhan positif. Kondisi ini tercermin dari capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta kinerja sejumlah lapangan usaha utama.
Secara nominal, PDRB Kalimantan Tengah atas dasar harga berlaku mencapai Rp241,1 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 tercatat sebesar Rp124,4 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak stabil.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa secara tahunan (year on year) ekonomi Kalteng pada 2025 tumbuh sebesar 4,80 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang mencatatkan peningkatan signifikan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor Transportasi dan Pergudangan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan laju sebesar 10,91 persen. Sektor ini dinilai mengalami peningkatan seiring dengan tingginya mobilitas barang dan jasa sepanjang tahun.
Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah. Kinerja ekspor menunjukkan tren yang lebih tinggi dibandingkan komponen pengeluaran lainnya.
Memasuki Triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode ini, sektor Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan paling menonjol dengan angka mencapai 12,19 persen.

Selain itu, secara triwulanan (quarter to quarter), ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 7,70 persen dibandingkan Triwulan III 2025. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dalam struktur perekonomian Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah berkontribusi sebesar 12,56 persen dan berada di posisi keempat. Meski masih berada di bawah Kalimantan Timur, kontribusi tersebut menunjukkan peran strategis Kalteng dalam perekonomian regional.
BPS menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi daerah, sekaligus menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif ke depan. (Fran)