Palangka Raya – Penunjukan Linae Victoria Aden sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi rotasi jabatan biasa. Di kalangan legislatif, keputusan ini dibaca sebagai sinyal perubahan arah dalam struktur kepemimpinan birokrasi daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menilai penempatan Linae di posisi strategis tersebut menunjukkan adanya ruang baru bagi figur perempuan untuk masuk ke lingkar pengambilan keputusan tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurutnya, momentum ini bukan sekadar simbolik. Ia melihat adanya pergeseran pendekatan dalam menentukan figur birokrasi, yang tidak lagi didominasi pola lama.
“Ini bukan hanya soal jabatan, tapi bagaimana peran perempuan mulai ditempatkan dalam posisi yang menentukan arah kebijakan,” ujarnya, Sabtu (4/4/26).
Faridawaty juga mengaitkan keputusan tersebut dengan langkah politik Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang dinilai membuka ruang lebih luas dalam komposisi kepemimpinan daerah.
Di sisi lain, latar belakang Linae Victoria Aden turut menjadi sorotan. Selain dikenal memiliki pengalaman panjang di birokrasi, identitasnya sebagai bagian dari masyarakat Dayak dinilai memberi perspektif berbeda dalam memahami dinamika sosial di Kalimantan Tengah.
“Faktor kedekatan dengan kultur lokal bisa menjadi variabel penting dalam pengambilan kebijakan, terutama di daerah dengan keragaman seperti Kalteng,” jelasnya.
Namun demikian, penunjukan ini juga membawa ekspektasi yang tidak ringan. Posisi Sekda selama ini dikenal sebagai simpul utama penggerak birokrasi, mulai dari koordinasi lintas organisasi perangkat daerah hingga memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan.
Faridawaty menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal representasi, melainkan kemampuan menjaga ritme pemerintahan tetap stabil di tengah tuntutan efisiensi dan pelayanan publik yang semakin kompleks.
“Ujian sebenarnya ada pada bagaimana kebijakan bisa diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Penunjukan Linae Victoria Aden kini menjadi titik awal yang akan diuji oleh waktu apakah mampu membawa pendekatan baru dalam tata kelola pemerintahan, atau justru terjebak dalam pola birokrasi yang selama ini berjalan.(red)