IMG-20260219-WA0182


PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) Tahun 2026.


Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri langsung kegiatan Kick Off SERAMBI 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Diponegoro, Kamis (19/2/2026).


Dalam kesempatan itu, Fairid menyampaikan bahwa Ramadan dan Idul Fitri merupakan momen penuh keberkahan bagi umat Islam, termasuk masyarakat Kota Palangka Raya. Namun demikian, ia menekankan bahwa periode tersebut umumnya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat, terutama bahan pangan, yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.


“Secara alami, permintaan terhadap kebutuhan pokok meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kondisi ini tentu berdampak pada dinamika harga komoditas pangan,” ujarnya.


Fairid juga mengungkapkan, berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Palangka Raya pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,61 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan Tengah.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal penting bahwa tekanan harga kebutuhan pokok harus diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat.
“Angka ini menunjukkan adanya tekanan pada harga barang kebutuhan pokok. Karena itu, perlu langkah antisipasi dari pemerintah maupun pelaku pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” lanjutnya.


Sebagai salah satu langkah nyata, Pemkot Palangka Raya menghadirkan pasar murah melalui program SERAMBI. Pasar murah tersebut merupakan bentuk intervensi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, terutama saat permintaan meningkat.


“Tujuan utama program ini adalah memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat, khususnya di masa meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Selain itu, program SERAMBI juga dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga di pasar, menahan laju inflasi, serta melindungi kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.


Fairid berharap program tersebut dapat berjalan optimal melalui dukungan seluruh pihak, mulai dari pedagang, distributor, hingga masyarakat.
“Keberhasilan pasar murah ini membutuhkan dukungan semua pihak, sehingga upaya menjaga stabilitas ekonomi lokal serta keterjangkauan bahan pokok dapat terwujud, dan keberkahan Ramadan semakin dirasakan oleh seluruh warga Kota Palangka Raya,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *