WhatsApp Image 2026-01-05 at 18.54.11

Palangka Raya – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan kerja reses Anggota DPR RI Komisi I, Andina Theresia Narang. Pertemuan tersebut membahas percepatan akses internet dan penguatan literasi digital di Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (5/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana, didampingi pejabat Eselon III, Eselon IV, serta Jabatan Fungsional Tertentu (JFT).

Dalam paparannya, Rangga Lesmana menyampaikan perkembangan penanganan wilayah blank spot di Kalteng. Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui program Gubernur terus mendorong percepatan digitalisasi, khususnya pada layanan publik di tingkat desa.

“Saat ini kami terus mengajukan permohonan melalui aplikasi Signal. Per 2 Januari 2026, total usulan mencapai 203 titik. Selain itu, Diskominfosantik juga telah mendistribusikan 376 unit Starlink ke kantor desa, sehingga pelayanan pemerintahan desa pada prinsipnya sudah 100 persen berbasis online,” jelasnya.

Meski demikian, Rangga mengakui masih terdapat tantangan besar dalam pembangunan Base Transceiver Station (BTS) oleh operator seluler, mengingat luasnya wilayah Kalimantan Tengah. Pertimbangan bisnis (business to business) menjadi kendala utama, terutama di wilayah pedalaman dengan biaya operasional yang tinggi tanpa dukungan subsidi pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi I Andina Theresia Narang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Kalimantan Tengah di tingkat pusat. Ia menyampaikan kabar bahwa pada tahun 2026, Kalimantan Tengah memperoleh alokasi 50 titik Akses Internet (AI) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

“Pada tahun 2026 ini, Kalimantan Tengah mendapatkan 50 akses internet yang akan disebar di Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Seruyan, Lamandau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Sukamara. Fokusnya untuk sekolah, Koramil, serta kantor pelayanan desa,” ungkap Andina.

Ia juga menyoroti keberadaan BTS yang telah terbangun namun belum berfungsi optimal atau bahkan tidak memiliki sinyal. Andina meminta Diskominfosantik Kalteng segera menyampaikan data wilayah blank spot dan BTS bermasalah secara rinci agar dapat langsung dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal BAKTI Kemkomdigi.

“Saya minta data yang lengkap. Jika melalui birokrasi biasa, prosesnya bisa lama. Sebagai wakil rakyat, saya bisa menyampaikannya langsung ke Dirjen agar segera dicarikan solusi. Kita harus memastikan anggaran yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain infrastruktur, pertemuan tersebut juga membahas isu literasi digital. Andina menyoroti maraknya konten negatif, judi online (judol), dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang mulai menyasar anak-anak dan generasi muda. Ia mendorong penerapan regulasi perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas, serta peran aktif orang tua dalam pengawasan.

Menanggapi hal tersebut, Diskominfosantik Kalteng menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi menggelar kegiatan literasi digital secara masif dan daring, yang menyasar ribuan peserta di seluruh kabupaten/kota.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan DPR RI ini diharapkan mampu mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, serta mendukung terciptanya generasi muda Kalteng yang berdaya saing.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Diskominfosantik Kalteng dan Anggota DPR RI Andina Theresia Narang beserta rombongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *