Palangka Raya – Ribuan rumah warga di Kabupaten Balangan masih terdampak pascabanjir bandang dan banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, total terdapat 4.156 rumah terdampak, dengan 4.185 kepala keluarga dan 13.531 jiwa yang tersebar di lima kecamatan.
“Dampak banjir mencakup 4.156 rumah, 4.185 kepala keluarga, dan 13.531 jiwa terdampak di lima kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, Kamis (1/1).
Proses penanganan pascabanjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi hingga kini masih terus dilakukan. Pembersihan rumah warga dan fasilitas umum telah mencapai hampir 80 persen dan melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur.
“Masih tersisa sekitar 20 persen yang akan dilanjutkan hari ini. Kami berharap proses pembersihan segera rampung agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Meski demikian, ancaman banjir masih berpotensi terjadi. Sungai Balangan di wilayah Kecamatan Batumandi masih berstatus siaga dengan tinggi muka air mencapai 5,8 meter, melampaui batas jagaan yang ditetapkan sebesar 2,3 meter.
Sementara itu, Bendungan Pitap di Kabupaten Balangan tercatat berada pada ketinggian 8,4 meter dengan status normal. Kondisi serupa juga terpantau di Sungai Balangan wilayah Kecamatan Lampihong, dengan tinggi muka air 4,76 meter, masih di bawah batas jagaan 5,54 meter.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang masih berstatus waspada hingga siaga, mengingat potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi debit air sungai.
Di sisi lain, kondisi banjir di Kabupaten Banjar juga kian mengkhawatirkan. Meskipun jumlah desa terdampak mengalami penurunan, jumlah warga terdampak justru meningkat signifikan. Data BPBD Banjar mencatat banjir melanda 152 desa dan kelurahan di 10 kecamatan.
“Meski secara jumlah desa terjadi penurunan, dampak terhadap masyarakat justru bertambah,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Kamis (1/1).
Ia menjelaskan, pada 30 Desember tercatat sebanyak 5.129 rumah terdampak dengan 27.253 kepala keluarga dan 85.809 jiwa. Namun, pembaruan data per 31 Desember menunjukkan lonjakan menjadi 7.178 rumah terdampak, 33.676 kepala keluarga, dan 91.790 jiwa.
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah penanganan dan mitigasi, terutama di wilayah bantaran Sungai Martapura yang masih tergenang.
Sementara itu, banjir juga mulai merendam sejumlah kawasan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), akibat kiriman air dari Sungai Balangan, Sungai Tabalong, dan Sungai Negara. Genangan air dilaporkan merendam Jalan Ahmad Yani, Jalan Palampitan, serta Jalan Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah, dengan ketinggian air bervariasi.
Kepala Pelaksana BPBD HSU, Syamrani, menyampaikan bahwa debit air sungai di wilayah HSU masih mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan serta kiriman air dari daerah hulu.
Berdasarkan data BPBD HSU, sebanyak 1.935 rumah terdampak banjir dengan jumlah korban mencapai 7.638 jiwa yang tersebar di 47 desa dan kelurahan.
“Kondisi banjir masih perlu diwaspadai seiring potensi kenaikan muka air sungai,” pungkasnya.(red)