IMG-20260226-WA0164

PALANGKA RAYA –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah mematangkan validasi data penerima insentif bagi pelayan masyarakat dan tokoh agama. Program ini merupakan bagian dari perluasan manfaat Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang diinisiasi Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa data awal penerima saat ini masih dalam proses verifikasi ulang guna memastikan ketepatan sasaran. Adapun sasaran penerima insentif mencakup ustadz, ustazah, marbot masjid, pendeta, pastor, guru sekolah minggu, mantir, damang, hingga Ketua RT dan Ketua RW.

“Kita harapkan verifikasi ini dapat segera rampung. Melalui program ini, mereka akan menerima insentif berdasarkan jabatan atau peran mereka di masyarakat,” ujar Leonard usai menghadiri Rapat Koordinasi Program KHBS di Istana Isen Mulang, Kamis (26/2/26).

Terkait besaran insentif, Leonard menjelaskan nilainya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta hasil koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Ia menegaskan bahwa skema ini berbeda dengan bantuan sosial (bansos) yang mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Program ini berbasis jabatan. Jadi seperti RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pemuka agama, semuanya masuk kategori penerima. Namun, apabila secara personal mereka juga terdata sebagai masyarakat kurang mampu di DTSEN, tetap berpeluang memperoleh bantuan sosial tunai lainnya dari program KHBS,” jelasnya.

Leonard yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng menambahkan, kebijakan tersebut diambil melalui efisiensi anggaran secara ketat di internal pemerintahan. Atas arahan Gubernur, Pemprov Kalteng melakukan rasionalisasi belanja pegawai, perjalanan dinas, konsumsi, hingga pelaksanaan rapat di hotel.

“Pak Gubernur mengarahkan agar anggaran dialihkan ke belanja yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kita kurangi rapat di hotel dan memaksimalkan fasilitas yang ada. Fokusnya pada ketepatan sasaran dan dampak nyata,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *