Trend Hotspot Karhutla Kalteng Turun 45,8 Persen Selama Masa Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama masa tanggap darurat tingkat provinsi. Status tanggap darurat karhutla telah ditetapkan sejak 31 Agustus 2026 hingga satu bulan ke depan.

Berdasarkan update data harian Posko Karhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, trend hotspot harian karhutla pada skala medium-high dalam empat hari masa tanggap darurat menunjukkan penurunan sekitar 45,8 persen.

Penurunan tersebut tercatat pada 4 September 2026 jika dibandingkan dengan titik puncak hotspot pada 29 Agustus 2026.

Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Kehutanan Kalteng mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung kerja bersama dalam pengendalian karhutla.

Upaya tersebut dilakukan melalui deteksi dini, pemadaman darat, operasi udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker sebagai perlindungan diri.

“Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Jika terjadi karhutla, masyarakat diharapkan segera melaporkan dan melakukan pemadaman,” ungkapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *