APHI dan MDMC Buka Rumah Singgah Oksigen Gratis untuk Warga Terdampak Karhutla

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan bagi masyarakat di Palangka Raya. Di tengah kondisi tersebut, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Kalimantan Tengah bersama Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng membuka layanan Rumah Singgah Oksigen secara gratis.

Layanan ini dibuka di Kantor Sekretariat APHI Komda Kalteng, Jalan Beruk Angis Nomor 16, Palangka Raya. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Rumah Singgah Oksigen ditujukan bagi warga yang membutuhkan bantuan oksigen setelah terpapar kabut asap karhutla. Warga dapat datang langsung selama jam pelayanan tanpa dikenakan biaya.

Ketua APHI Komda Kalteng, Achwan, mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang ikut merasakan dampak karhutla.

“Ini merupakan aksi sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Kami berharap Rumah Singgah Oksigen ini bisa memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen,” kata Achwan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Kondisi udara yang memburuk juga dapat memengaruhi masyarakat sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan dari berbagai pihak.

Karena itu, APHI Komda Kalteng menggandeng LRB/MDMC Kalteng untuk menghadirkan layanan yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

Ketua LRB/MDMC Kalteng, Heru Setiawan, mengatakan respons terhadap bencana juga perlu menyentuh masyarakat yang terdampak setelah kejadian.

“Respons terhadap bencana tidak hanya dilakukan saat terjadi kebakaran, tetapi juga dengan membantu masyarakat menghadapi dampaknya. Rumah Singgah Oksigen ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga,” ujar Heru.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berjalan selama dampak kabut asap masih dirasakan masyarakat Palangka Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *