PALANGKA RAYA — Di tengah langit Palangka Raya yang masih dibayangi kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ikhtiar untuk menghadirkan hujan ditempuh melalui cara yang berbeda.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kantor Kemenhaj Kota Palangka Raya menggelar Sholat Istisqa dan doa bersama, Jumat (2/10/2026). Bukan sekadar rangkaian ibadah, kegiatan ini menjadi ruang bagi jemaah dan sejumlah pejabat daerah untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan karhutla yang memicu kabut asap dapat mereda.
Kegiatan berlangsung di halaman Kanwil Kemenhaj Kalteng, Jalan G. Obos Nomor 171 B, Palangka Raya. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Wakil Wali Kota Ahmad Zaini, Kepala Biro Kesra Setda Kalteng Rus’ansyah, Ketua MUI Kalteng Khairil Anwar, serta jajaran Kemenhaj dan Kemenag.
Suasana berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali zikir dan doa bersama yang dipimpin KH. Jumadi Irin, kemudian dilanjutkan Sholat Istisqa yang diimami Ustaz H. Nur Hasan. Khutbah disampaikan KH. Tuaini Ismail.
Dalam khutbahnya, Tuaini mengajak masyarakat tidak hanya menunggu hujan, tetapi juga menjadikan musibah kabut asap dan karhutla sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri.
Ia mengingatkan pentingnya melepaskan ego, memperbanyak taubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan dengan diturunkannya hujan yang lebat di Kota Palangka Raya,” ujar Tuaini.
Sholat Istisqa tersebut diikuti jemaah haji reguler 2026, jemaah estimasi 2027, jemaah umrah asal Palangka Raya, serta ASN dari lingkungan Kanwil Kemenhaj Kalteng, Kantor Kemenag Palangka Raya dan Asrama Haji Palangka Raya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan penanganan karhutla tetap berjalan. Wali Kota Fairid Naparin mengatakan pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Kalteng terus melakukan upaya penanganan di tengah kondisi kemarau.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kalteng Hasan Basri didampingi Kepala Kemenhaj Kota Palangka Raya Ahd. Fauzi mengatakan Sholat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual di tengah situasi darurat kabut asap.
Menurut Hasan, keterlibatan jemaah haji dan umrah juga diharapkan menjadi bagian dari kekuatan doa bersama, khususnya dari mereka yang baru menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami mencoba menerobos lewat jalur doa bersama ini. Kami yakin insya Allah jemaah yang baru pulang umrah doanya diijabah oleh Allah SWT,” ungkap Hasan.
Ia berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup untuk membantu membasahi lahan gambut dan meredam titik-titik api yang masih muncul di sejumlah wilayah Kalteng.
Di tengah berbagai strategi pemadaman dan penanganan karhutla yang terus dilakukan, Jumat pagi itu masyarakat Palangka Raya menambahkan satu ikhtiar lain: menengadahkan tangan, memohon hujan kepada Sang Pencipta.
Kegiatan tersebut turut didukung Bank BSI Cabang Palangka Raya Diponegoro, Bank BSI Cabang Palangka Raya A. Yani, Bank Muamalat Palangka Raya, IPHI Kalteng, Forum Komunikasi KBIHU Kalteng, serta Forum Komunikasi Penyelenggara Haji Khusus dan Umrah Kalteng.(Red)