SAMPIT – Kebakaran yang melanda SMAN 1 Cempaga pada Minggu dini hari, 27 September 2026, menyisakan kerusakan pada sejumlah bangunan sekolah. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas belajar mengajar siswa dan guru.
Enam hari setelah kejadian, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran turun langsung meninjau kondisi sekolah di Jalan Tjilik Riwut Km 28, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (3/10/2026).
Dari lokasi, Agustiar memastikan penanganan dampak kebakaran tidak menunggu waktu lama. Karena pengelolaan SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalteng, bangunan sekolah yang terbakar dipastikan masuk dalam langkah pembangunan kembali.
“Memang benar SMA berada di bawah kewenangan provinsi. Bangunan yang terbakar ini akan segera kami bangun kembali tahun 2026 ini,” tegas Agustiar.
Menurutnya, kondisi sekolah pascakebakaran membutuhkan respons cepat agar kegiatan pendidikan tidak terganggu dalam waktu panjang. Pemprov Kalteng akan mendorong proses pembangunan kembali sehingga ruang belajar dapat kembali digunakan dalam kondisi aman dan layak.
“Kondisinya sangat genting. Saat ini kita harus bergerak cepat,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tersebut menjadi perhatian karena kerusakan bangunan sekolah berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Bagi para siswa, pemulihan fasilitas bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga mengembalikan ruang belajar yang mereka gunakan sehari-hari.
Peninjauan langsung Gubernur ke SMAN 1 Cempaga sekaligus menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan dapat segera ditindaklanjuti pemerintah provinsi.
Dengan pembangunan kembali yang ditargetkan berlangsung pada 2026, Pemprov Kalteng berupaya agar musibah tersebut tidak berlarut-larut mengganggu proses belajar mengajar di SMAN 1 Cempaga.