PALANGKA RAYA – Di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan pemerintah kembali menyentuh masyarakat Kota Palangka Raya.
Sebanyak 2.407 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Palangka menerima Bantuan Tunai Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap 2. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp250.000.
Penyaluran bantuan tersebut dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kehadiran pemerintah tidak hanya membawa bantuan tunai, tetapi juga bantuan pangan serta dukungan kesehatan bagi warga yang terdampak karhutla.
Dalam kesempatan tersebut, Linae menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Kalteng Agustiar Sabran belum dapat hadir langsung lantaran harus menjalankan agenda lain yang tidak dapat ditunda.
“Bapak Gubernur menyampaikan salam hangat kepada seluruh masyarakat yang hadir. Beliau juga terus berupaya agar dampak kebakaran hutan dan lahan ini dapat segera kita atasi bersama,” ujar Linae.
Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat menjadi bagian penting agar penanganan di lapangan berjalan lebih cepat.
Bagi masyarakat, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah di tengah situasi yang tidak mudah. Selain uang tunai, warga juga mendapatkan bantuan pangan, masker dan vitamin sebagai upaya membantu menjaga kebutuhan dasar serta kesehatan selama kondisi udara memburuk.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Akhmad Husain mengatakan, penyaluran bantuan diarahkan agar masyarakat yang terdampak dapat memperoleh dukungan secara langsung, termasuk kelompok rentan yang mengalami keterbatasan untuk datang ke lokasi penyaluran.
“Bantuan ini bukan hanya soal nilai yang diterima masyarakat, tetapi bagaimana pemerintah hadir ketika warga menghadapi situasi sulit. Kami berupaya memastikan bantuan bisa sampai kepada mereka yang memang membutuhkan,” kata Husain.
Ia menambahkan, petugas bersama relawan KHBS di lapangan turut membantu proses penyaluran agar berjalan tertib. Mekanisme pencairan bantuan tunai dilakukan melalui Bank Kalteng.
“Kami juga memperhatikan warga yang tidak bisa hadir langsung. Kelompok rentan tetap menjadi perhatian agar mereka tidak terlewat dalam penanganan dan pemberian bantuan,” ujarnya.
Di tengah ancaman karhutla yang berdampak pada kualitas udara, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan bagi warga yang terdampak.
Penanganan karhutla pun terus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya melalui pemadaman di lapangan, tetapi juga dengan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat berlangsung.